JAKARTA, KOMPAS.com - Ajang BTN Jakarta International Marathon 2026 menarik perhatian pelari mancanegara, termasuk dari Malaysia dan Singapura.
Namun di balik antusiasme peserta, kondisi cuaca panas dan kelembapan tinggi di Jakarta menjadi tantangan tersendiri.
Di area finish, sejumlah peserta juga terlihat kelelahan sesaat setelah menyelesaikan lomba.
Pelari asal Malaysia, Hazrul (56), menjadi salah satu peserta yang menjajal kategori half marathon.
Baca juga: Ganjar: Kilometer Akhir Half Marathon JAKIM Uji Nyali dan Mental Pelari
Ia mengaku mengetahui event tersebut melalui media sosial sebelum akhirnya memutuskan datang ke Jakarta.
“Saya memang mencari race yang internasional, dan Jakarta salah satunya,” ujar Hazrul saat ditemui di area finis kawasan Gelora Bung Karno, Minggu (14/6/2026).
Hazrul mengatakan, dirinya cukup aktif mengikuti lomba lari di berbagai negara.
Sebelum datang ke Jakarta, ia baru pulang dari Tokyo usai mengikuti salah satu seri World Major Marathon.
“Saya baru saja pulang daripada Tokyo. Jadi ini salah satu marathon yang saya ikut tahun ini. Tahun lalu saya ikut Bali,” kata dia.
Baginya, BTN JAKIM menjadi pengalaman pertama berlari di Jakarta.
Menurut dia, tantangan terbesar datang dari cuaca.
“Rutenya elok, landai, ada bukit-bukit sikit. Tidak terlalu tinggi, tapi cuaca di sini agak panas. Itu yang kena buat latihan lebih,” ujar dia.
Hazrul mengaku suhu panas dan tingkat kelembapan Jakarta cukup menguras stamina, terutama bagi pelari yang datang dari luar negeri dan belum terbiasa.
“Humidity di sini memang terasa. Jadi kena pandai jaga pace dan air,” katanya.
Baca juga: Target Saya Bukan Cepat, tapi Finish dengan Selamat Lansia Taklukkan Half Marathon 21 Km