Jakarta, tvOnenews.com - Hasil imbang 1-1 yang diraih Timnas Brasil saat menghadapi Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik. Sorotan tajam kali ini datang dari legenda sepak bola Brasil, Walter Casagrande.
Brasil gagal mengawali turnamen dengan kemenangan setelah ditahan Maroko di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (14/6/2026). Selecao bahkan sempat tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan.
Maroko tampil berani sejak menit awal dan mampu merepotkan lini belakang Brasil. Tekanan yang mereka bangun berbuah gol pembuka melalui Ismael Saibari pada menit ke-25.
Tertinggal satu gol membuat Brasil meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Vinicius Junior mencetak gol penyeimbang lewat aksi individu yang memukau pada menit ke-32.
Memasuki babak kedua, Carlo Ancelotti mencoba mengubah jalannya pertandingan melalui sejumlah pergantian pemain. Namun, dominasi penguasaan bola Brasil gagal diterjemahkan menjadi gol kemenangan.
Lini pertahanan Maroko tampil disiplin dan mampu meredam berbagai ancaman yang dibangun Selecao. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan dan kedua tim harus puas berbagi poin.
Hasil tersebut rupanya membuat Casagrande kecewa dengan penampilan Brasil. Mantan penyerang Selecao itu bahkan menilai Ancelotti menjadi sosok yang paling bertanggung jawab atas performa tim.
"Dengar, pertama-tama, yang paling mengecewakan bagi saya hari ini adalah Carlo Ancelotti," ujar Casagrande, dikutip dari UOL Esporte.
Ia menilai pelatih asal Italia tersebut gagal menemukan formula yang tepat untuk mengeluarkan potensi terbaik para pemain Brasil. Menurutnya, sejumlah keputusan taktik justru membuat permainan tim kehilangan arah.
Casagrande secara khusus menyoroti keputusan Ancelotti menempatkan Igor Thiago sebagai ujung tombak. Ia menilai strategi yang mengandalkan keunggulan fisik sang penyerang tidak berjalan efektif.
"Anda mencoba bermain dengan penyerang bertubuh besar di kotak penalti dan mengandalkan duel udara. Namun, strategi itu sama sekali tidak berhasil sepanjang babak pertama," katanya.
Tak hanya itu, Casagrande juga mengkritik kualitas permainan Brasil pada babak kedua. Ia menyebut laga tersebut berjalan membosankan dan minim kreativitas meski Brasil lebih banyak menguasai bola.




