Peredaran Obat Keras di Tangerang Terbongkar, Pemasok Diburu

liputan6.com
5 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Tangerang Kota melakukan pengejaran terhadap pemasok obat keras di wilayah Tangerang setelah menggerebek sebuah kontrakan yang dijadikan gudang penyimpanan obat keras.

Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita barang bukti sebanyak 135.346 butir obat keras dari berbagai jenis.

Advertisement

BACA JUGA: Fakta di Balik Fortuner di Ciledug Dikejar Polisi hingga Tabrak Pemotor

“Polisi sedang memburu pemasok yang diduga menjadi sumber utama peredaran obat keras tersebut,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, dilansir Antara, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan, jumlah barang bukti yang diamankan menunjukkan adanya aktivitas peredaran obat keras dalam skala besar yang berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya kalangan remaja.

“Obat-obatan ini kerap disalahgunakan dan menjadi salah satu pemicu berbagai tindak kriminal maupun kenakalan remaja. Karena itu kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok utama dan jaringan yang lebih besar,” katanya.

Ia juga menegaskan kasus ini menjadi bagian dari komitmen Polres Metro Tangerang Kota dalam memberantas penyalahgunaan obat-obatan berbahaya serta menjaga generasi muda dari ancaman narkotika dan obat keras ilegal yang semakin marak beredar melalui berbagai modus transaksi.

“Polres Metro Tangerang Kota akan terus meningkatkan patroli, penyelidikan, dan penindakan terhadap peredaran obat keras ilegal. Kami berharap masyarakat tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian maupun Call Center 110 yang siap melayani selama 24 jam,” ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat 12 Juni 2026, Polsek Benda berhasil mengungkap peredaran obat keras daftar G tanpa izin edar dalam jumlah fantastis. Dalam operasi itu, polisi mengamankan dua orang terduga pelaku beserta barang bukti sebanyak 135.346 butir obat keras.

Kapolsek Benda AKP Sriyono pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya transaksi obat keras jenis tramadol dan heximer yang dilakukan secara cash on delivery (COD) di kawasan Poris.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejutan Terjadi di Piala Dunia 2026! Skotlandia Langkahi Brasil dan Maroko usai Taklukkan Haiti 1-0
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Wasit Top Inggris Michael Oliver Cedera, FIFA Terpaksa Ganti Pengadil Laga Piala Dunia 2026
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Lawan Krisis Ekologis, Kementerian LH Gandeng Siaga Bumi Siapkan Program "Pertaubatan Nasional"
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Carlo Ancelotti Akui Merasa Gugup Jelang Debut Bersama Brasil di Piala Dunia 2026
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Iran dan AS Diklaim Sepakat Hentikan Perang!
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.