Donald Trump Klaim AS-Iran Teken Perjanjian Damai Hari Ini, Teheran Justru Membantah!

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran dijadwalkan akan ditandatangani secara elektronik pada hari ini, Minggu (14/6/2026).

Langkah tersebut disebut akan diikuti dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan maritim paling strategis di dunia.

Namun, klaim dari Washington tersebut memicu dinamika baru setelah Pemerintah Iran mengeluarkan bantahan terkait kepastian waktu penandatanganan dokumen itu.

Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Sabtu (13/6), Trump menunjukkan optimisme bahwa ketegangan antara kedua negara akan segera berakhir.

"Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok (hari ini), dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz akan dibuka untuk semua pihak," tulis Trump.

Trump juga mengklaim bahwa Iran tidak lagi berambisi memiliki senjata nuklir dan mengisyaratkan AS siap bekerja sama dengan Teheran terkait pengelolaan uranium yang telah diperkaya.

Meski menjanjikan hubungan yang lebih baik, Trump tetap mengingatkan bahwa proses perdamaian harus berjalan cepat dan lancar.

Sinyal perdamaian ini sebelumnya diperkuat oleh Pakistan sebagai mediator perundingan AS-Iran. Menteri Luar Negeri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, mengonfirmasi bahwa upacara penandatanganan perjanjian secara elektronik memang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu.

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan bahwa kedua pihak telah menyetujui draf kerangka perjanjian damai.

Berseberangan dengan klaim Trump dan Pakistan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah bahwa Nota Kesepahaman (MoU) penghentian konflik akan ditandatangani pada hari Minggu ini.

Baghaei mengungkapkan proses penandatanganan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena masih terdapat keraguan dari pihak lain dalam perundingan.

Teheran juga menegaskan bahwa dokumen yang sedang dibahas saat ini belum merupakan kesepakatan akhir.

"Setiap MoU potensial antara Iran dan AS hanya akan berfungsi sebagai kerangka kerja awal untuk melanjutkan pembicaraan dan tidak boleh dianggap sebagai kesepakatan final," ujar Baghaei seperti dikutip media pemerintah Iran.

Menurutnya, setelah kerangka awal disepakati, perundingan lanjutan mengenai isu nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi masih harus berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya 60 hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta-fakta Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia usai SpaceX IPO
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Profesor Jepang Datang dan Lihat Kondisi IKN, Beri Respons Tak Terduga
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BI dan Bank Sentral China Perkuat Mata Uang Lokal, Rupiah Bisa Lebih Stabil
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Jangan Lewatkan! Momen-momen Penting yang Bisa Menentukan Piala Dunia 2026
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Rekomendasi Film dan Serial Dibintangi Sabrina Carpenter
• 14 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.