Moskow (ANTARA) - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyerukan agar lembaganya dilibatkan dalam pengawasan pelaksanaan kesepakatan nuklir potensial antara Amerika Serikat dan Iran.
“Hal terpenting dari peran badan ini adalah verifikasi, dan fakta bahwa kami akan menjadi bagian dari penyelesaian tersebut merupakan formalitas yang sangat penting dan harus ada,” kata Grossi di sela-sela seminar yang diselenggarakan IAEA, sebagaimana dikutip kantor berita Korea Selatan, Yonhap.
Sebelumnya, kantor berita Iran, Mehr, mempublikasikan sejumlah ketentuan dalam rancangan memorandum dengan Amerika Serikat mengenai penghentian konflik antara kedua negara.
Salah satu poin dalam rancangan tersebut menetapkan bahwa kedua pihak harus menggelar perundingan dalam waktu 60 hari guna mencapai kesepakatan final terkait isu nuklir.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menegaskan bahwa Teheran bersikeras agar persoalan uranium yang diperkaya pada tingkat tinggi diselesaikan di wilayah Iran.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memindahkan uranium yang telah diperkaya dari Iran ketika situasi telah kondusif dan waktu yang tepat telah tiba.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Iran minta IAEA hentikan upaya tekanan politik saat bahas isu nuklir
Baca juga: Meski AS-Iran saling serang, perundingan dikabarkan terus berjalan
“Hal terpenting dari peran badan ini adalah verifikasi, dan fakta bahwa kami akan menjadi bagian dari penyelesaian tersebut merupakan formalitas yang sangat penting dan harus ada,” kata Grossi di sela-sela seminar yang diselenggarakan IAEA, sebagaimana dikutip kantor berita Korea Selatan, Yonhap.
Sebelumnya, kantor berita Iran, Mehr, mempublikasikan sejumlah ketentuan dalam rancangan memorandum dengan Amerika Serikat mengenai penghentian konflik antara kedua negara.
Salah satu poin dalam rancangan tersebut menetapkan bahwa kedua pihak harus menggelar perundingan dalam waktu 60 hari guna mencapai kesepakatan final terkait isu nuklir.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menegaskan bahwa Teheran bersikeras agar persoalan uranium yang diperkaya pada tingkat tinggi diselesaikan di wilayah Iran.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memindahkan uranium yang telah diperkaya dari Iran ketika situasi telah kondusif dan waktu yang tepat telah tiba.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Iran minta IAEA hentikan upaya tekanan politik saat bahas isu nuklir
Baca juga: Meski AS-Iran saling serang, perundingan dikabarkan terus berjalan




