Serangan dua drone diduga diluncurkan kelompok militan Hizbullah dari arah Lebanon menghantam Israel bagian utara. Serangan itu tidak menyebabkan korban jiwa.
"Dua dampak dari target udara yang mencurigakan di wilayah Israel diidentifikasi di dekat perbatasan Israel-Lebanon. Tidak ada laporan cedera," kata militer Israel, dilansir AFP, Minggu (14/6/2026).
Usai serangan tersebut, dua menteri sayap kanan Israel menyerukan serangan balasan di pinggiran selatan Beirut, benteng Hizbullah yang dikenal sebagai Dahiyeh.
"Penembakan di komunitas utara adalah ujian Doktrin Dahiyeh yang telah diumumkan oleh perdana menteri. Saya menyerukan kepadanya untuk menerapkannya secara tegas dan mantap, dan untuk menghancurkan bangunan-bangunan di Dahiyeh," kata Menteri Keuangan Bezalel Smotrich melalui akun Xnya.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Israel Itamar Ben Gvir juga menyerukan serangan balasan terhadap kelompok Hizbullah.
"Untuk setiap drone, sebuah rudal, untuk setiap pelanggaran, tembakan, untuk setiap UAV, Dahiyeh harus gemetar," tulis Ben Gvir melalui akun Xnya.
Sebelumnya, para pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, telah memperingatkan bahwa Israel akan menyerang Dahiyeh jika kelompok Hizbullah yang didukung Iran menargetkan komunitas Israel utara, sebuah posisi yang menurut mereka didukung oleh AS.
Israel Serukan Evakuasi Warga di 29 Kota LebanonMiliter Israel telah mengeluarkan perintah pengungsian paksa bagi penduduk lebih dari dua puluh kota dan desa di Lebanon selatan. Israel memperingatkan serangan mencakup 29 lokasi di Lebanon selatan, termasuk 25 di distrik Nabatieh dan empat di distrik Sidon. Mereka diperintahkan untuk segera mengungsi ke utara Sungai Zahrani.
Dalam pernyataan beruntun yang diposting di X, seorang juru bicara militer Israel mengatakan kota-kota tersebut termasuk Jbaa, Houmin al-Tahta, Ansar, dan Kfar Sir.
(yld/idn)





