REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Musim haji 1447 Hijriah perlahan usai setelah sebanyak 1,7 juta orang jamaah melaksanakan ritual puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina belum lama ini. Meski demikian, denyut spiritual para tamu Allah di Tanah Suci belum sepenuhnya mereda.
Sebelum bertolak kembali ke Tanah Air, ribuan jamaah menyempatkan diri merajut napak tilas sejarah Islam. Salah satu destinasi yang selalu memanggil hati jamaah adalah Masjid Abdullah Ibnu Abbas di Kota Taif.
Baca Juga
Harga Emas Sabtu Pagi Naik, Ini Daftar Lengkapnya
Maestro Monolog Wawan Sofwan Lakoni DAM di Eropa: Tiada Justice, Hanya Justip
El Nino Terkuat dalam Seabad Kian Dekat, Apa Dampaknya?
Meski harus menempuh perjalanan melintasi pegunungan berbatu dari Makkah, keheningan dan kesejukan Thaif tak pernah sepi pengunjung. Di kawasan masjid tersebut, jamaah dari berbagai penjuru dunia silih berganti datang setiap harinya. Suasana pun terasa hidup dengan keramahan para pedagang pendatang dari Bangladesh hingga Pakistan yang menggelar lapak di sekitarnya.
Berdiri kukuh sejak 592 Hijriah, Masjid Abdullah bin Abbas yang mampu menampung sekitar 3.000 jamaah itu bukan sekadar bangunan ibadah dengan pesona ratusan tiang penyangganya. Bangunan tersebut adalah penanda sejarah yang menjadi saksi salah satu fase penting dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Lembaran sejarah mencatat, saat tekanan dan embargo ekonomi kaum Quraisy di Makkah kian mengimpit, Rasulullah melangkah ke Taif dengan segenggam harapan. Beliau berharap penduduk setempat sudi menerima cahaya risalah Islam dan memberikan perlindungan. Namun, harapan itu bertepuk sebelah tangan.
Penduduk Taif menolak keras, mencemooh, hingga memperlakukan Sang Utusan dengan sangat buruk. Di tengah kepedihan hati dan rencana kembali ke Makkah, Rasulullah sempat beristirahat di sebuah titik lokasi.
Umat Islam mengunjungi Masjid Ibnu Abbas di Thaif, Makkah, Arab Saudi, Ahad (9/7/2023). Masjid Ibnu Abbas merupakan salah satu peninggalan dari sejarah Islam di Kota Thaif yang dibangun pada 592 H. - ( Antara/Wahyu Putro A