Operasi Gabungan di Tanjung Priok, 2 Aparat Ditangkap Selundupkan Ratusan Satwa Endemik Papua

okezone.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Tim operasi gabungan yang terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Korwas PPNS Bareskrim Polri, dan Pusat Polisi Militer (Puspom) menggagalkan upaya peredaran ilegal 100 ekor satwa liar dilindungi asal Papua di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Direktur Penindakan Pidana Kehutanan, Rudianto Saragih Napitu, menegaskan penanganan perkara dilakukan dengan memastikan satwa dan proses pembuktian tertangani secara bersamaan.

“Penanganan perkara ini kami jalankan dengan dua hal yang harus sama-sama beres. Satwa tertangani, pembuktian tertib. Satwa ini barang bukti hidup, jadi penanganannya harus cepat, rapi, dan tercatat,,” kata Rudi di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Baca Juga :
Ini Jadwal Feeding Time Satwa di Taman Margasatwa Ragunan Selama Long Weekend

“Kami pastikan satwa dititiprawatkan di PPS, sambil mengamankan dokumen, keterangan, dan jalur distribusinya. Dari situ terlihat siapa berperan apa, siapa mengirim, siapa menjemput, siapa menampung. Perkara ini kami dorong naik bertahap, tidak berhenti pada yang membawa,” lanjutnya.

Seluruh satwa yang hendak diedarkan secara ilegal tersebut telah dievakuasi dan dititiprawatkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) BKSDA Tegal Alur, Jakarta, untuk menjalani perawatan serta pemeriksaan kesehatan.

Perkara ini bermula dari pemantauan dan pengembangan informasi terkait peredaran satwa liar dilindungi melalui jalur transportasi laut menuju Jakarta.

Baca Juga :
Perketat Aturan Nite Zoo, Pengelola Ragunan Bakal Usir Pengganggu Satwa hingga Pelaku Asusila

Berdasarkan informasi tersebut, tim operasi gabungan melaksanakan penindakan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok guna mencegah satwa dilindungi masuk ke jalur distribusi ilegal.

Satwa yang diamankan terdiri atas berbagai jenis burung endemik dan dilindungi khas Papua, yakni Nuri Bayan (Eclectus roratus) sebanyak 4 ekor, Kakatua Koki (Cacatua galerita) 2 ekor, Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory) 19 ekor, Nuri Hitam (Chalcopsitta atra) 6 ekor.

Selanjutnya, Mambruk Victoria (Goura victoria) 14 ekor, Walik Wompu (Ptilinopus magnificus) 3 ekor, Pipit Matari (Neochmia phaeton) 19 ekor, Nuri Kabare (Psittrichas fulgidus) 2 ekor, Nuri Coklat (Chalcopsitta duivenbodei) 3 ekor, dan Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus) 28 ekor.

Baca Juga :
Senin Biasanya Satwa Taman Ragunan Off, Tapi Jelang Imlek Tukar Jadwal Libur  

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transformasi Timnas Indonesia di Era John Herdman Tuai Pujian: Mimpi ke Piala Dunia 2030 Realistis
• 13 jam lalubola.com
thumb
Peran Nature-Based Solutions dalam Menyelamatkan Pesisir Jawa Barat
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kodaeral VIII Gagalkan Penyelundupan Sianida 1 Ton Asal Filipina, Kerugian Negara Rp1 Miliar
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
UNPAM Lirik S3 Informatika UNM, Kolaborasi Akademik Resmi Dijajaki
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jatim dan Investor Malaysia Kaji Proyek Logistik Terintegrasi Bernilai Hingga US$100 Juta
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.