Hyundai Bidik Pertumbuhan Pasar Mobil Listrik saat Harga BBM Naik

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) meyakini pasar kendaraan listrik nasional masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar pada tahun ini, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi mendorong masyarakat mencari alternatif mobilitas yang lebih efisien.

Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, industri otomotif saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan harga BBM, pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), hingga meningkatnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang kini berada di level 5,5%.

"Kami juga terus mencermati berbagai tantangan, mulai dari harga bahan bakar, nilai tukar, suku bunga, hingga persaingan yang semakin dinamis," ujar Frans kepada Bisnis, dikutip Minggu (14/6/2026).

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Pada saat yang sama, harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter yang berlaku mulai 10 Juni 2026.

Di tengah kondisi tersebut, Hyundai menilai kompetisi yang semakin ketat justru menjadi perkembangan positif bagi industri karena memperluas pilihan produk bagi konsumen. Perseroan pun berkomitmen memperkuat kualitas kendaraan, memperluas jaringan layanan, menghadirkan dukungan pembiayaan melalui Hyundai Capital, serta meningkatkan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.

"Karena itu, Hyundai akan terus berfokus pada penguatan kualitas produk, perluasan layanan, dukungan Hyundai Capital dan peningkatan pengalaman pelanggan," jelas Frans.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) sepanjang Januari-Mei 2026 telah mencapai 57.087 unit secara nasional.

Perkembangan tersebut melanjutkan tren pertumbuhan pesat segmen kendaraan listrik dalam beberapa tahun terakhir yang didukung berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari insentif perpajakan hingga relaksasi bea masuk kendaraan listrik impor.

Selain memantau perkembangan pasar, Hyundai juga masih menunggu kepastian mengenai program insentif kendaraan listrik yang saat ini sedang disiapkan pemerintah dan ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2026.

Pemerintah berencana menjalankan program insentif kendaraan listrik secara bertahap dengan kuota awal sekitar 100.000 unit kendaraan. Kuota tersebut masih dapat ditambah apabila permintaan pasar menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari proyeksi awal.

Dalam rancangan kebijakan yang tengah dibahas, pemerintah berencana kembali memberikan fasilitas pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) bagi kendaraan listrik berbasis baterai guna menjaga keterjangkauan harga sekaligus mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji skema insentif yang disesuaikan dengan jenis teknologi baterai. Kendaraan listrik berbasis baterai nikel diperkirakan akan memperoleh dukungan yang lebih besar untuk mendukung agenda hilirisasi industri mineral nasional.

"Sejalan dengan itu, kami menyambut baik rencana pemerintah untuk memberikan insentif kendaraan listrik. Dengan prospek pasar BEV yang positif pada semester II/2026," ujar Frans.

Sebagai salah satu pelaku utama elektrifikasi kendaraan di Indonesia, Hyundai telah menginvestasikan dana sekitar US$3 miliar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi. Investasi tersebut mencakup rantai nilai mulai dari produksi baterai, manufaktur kendaraan, hingga distribusi produk.

Investasi tersebut direalisasikan melalui tiga entitas utama, yakni PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, PT Hyundai Energy Indonesia (HEI), dan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).

Sementara itu, kinerja penjualan Hyundai secara wholesales selama Januari-Mei 2026 tercatat mencapai 7.816 unit. Adapun, penjualan ritel pada periode yang sama mencapai 7.736 unit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenekraf tegaskan esports jadi ruang kolaborasi ekonomi kreatif
• 19 menit laluantaranews.com
thumb
Fokus Hilirisasi Nikel, HRUM Anggarkan Capex USD310 Juta
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Sering Dianggap Tabu, Bagaimana Hukum Menikah di Bulan Muharam?
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhub Bidik Jaringan Kereta Api Nasional Tembus 10.524 Km, Biaya Logistik Ditargetkan Turun
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Potret Kontras Saham Teknologi Indonesia ketika IPO SpaceX Pecahkan Rekor
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.