Sejumlah purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini menduduki kursi sebagai direktur utama di perusahaan tambang pelat merah MIND ID hingga anggotanya. Perubahan itu terjadi sejak kursi bos MIND ID diisi oleh purnawirawan TNI.
Holding pertambangan MIND ID pada 2025 menunjuk Maroef Sjamsoeddin sebagai Direktur Utama menggantikan Hendi Prio Santoso melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Maroef Sjamsoeddin merupakan purnawirawan TNI AU dengan pangkat Marsekal Muda (Purn) dan memiliki latar belakang di dunia intelijen serta militer.
Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) serta terlibat dalam penanganan pemogokan di PT Freeport Indonesia pada 2011. Setelah pensiun dari TNI, ia kemudian ditunjuk sebagai Presiden Direktur Freeport Indonesia oleh James Robert Moffett pada Januari 2015.
Kemudian di PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), posisi direktur utama dijabat Untung Budiharto. Untung merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat.
Posisi kursi pucuk di emiten batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kemudian juga diisi oleh purnawirawan TNI. Kursi direktur utama digenggam Bambang Ismawan, juga purnawirawan TNI Angkatan Darat, menggantikan Arsal Ismail.
Sebelum menduduki kursi direktur utama, Bambang menjabat sebagai Komisaris Utama PTBA. Lulusan Akademi Militer 1988 itu jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Dia juga pernah menjabat sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI.
Selain itu, PTBA juga mengangkat purnawirawan TNI Ida Bagus Putu Dunia sebagai Komisaris Utama PTBA. Dia adalah eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Di PT Timah Tbk (TINS), posisi direktur utama dijabat Restu Widiyantoro yang juga merupakan purnawirawan perwira TNI dari Korps Infanteri. Kemudian di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), posisi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen ditempati Mayjen TNI (Purn.) Musa Bangun. Selain itu, Brigjen TNI (Purn.) Hari Soebagijo menjabat sebagai Komisaris Independen.
Di tengah pergantian pucuk pimpinan itu, kinerja holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID tidak cemerlang. MIND ID membukukan laba bersih sebesar Rp 29,89 triliun sepanjang 2025. Angka itu anjlok 25,6% year on year (yoy) dibandingkan laba tahun berjalan Rp 40,2 triliun pada 2024.
Di samping itu, Corporate Secretary MIND ID Pria Utama mengatakan perusahaan mencatatkan pendapatan Rp 159,46 triliun, tumbuh 10% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 145,21 triliun. Capaian ini disertai kontribusi yang didistribusikan kepada Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan, meliputi pajak dan PNBP, royalti, serta dividen yang mencapai Rp 22,6 triliun.
"Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen manajemen MIND ID dalam menjamin pengelolaan perusahaan negara yang mampu memberi kontribusi optimal bagi Indonesia," ujarnya, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis (11/6).
Pria menyampaikan bahwa capaian kinerja tahun buku 2025 mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga ketahanan bisnis melalui strategi yang adaptif dan terintegrasi di seluruh anggota Grup MIND ID. Menurutnya, hal tersebut berhasil dilakukan di tengah tantangan ekonomi global dan nasional yang turut memengaruhi industri pertambangan di Indonesia.
Ia juga mengatakanperseroan tetap konsisten menjalankan mandat sebagai penggerak hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, sekaligus memperkuat keberlanjutan operasional bisnis Grup MIND ID ke depan.




