Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Sabtu (13/6), mengatakan kesepakatan damai dengan Iran dijadwalkan akan ditandatangani pada Minggu waktu setempat dan Selat Hormuz akan dibuka kembali segera setelahnya.
"Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz akan dibuka untuk semua pihak," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.
Trump juga mengeklaim bahwa Iran kini "tidak lagi menginginkan senjata nuklir" dan mengisyaratkan bahwa AS akan bekerja sama dengan Iran untuk menyingkirkan uranium yang telah diperkaya pada "waktu yang tepat."
Dia melanjutkan, penandatanganan kesepakatan itu akan membuat hubungan AS dengan Iran "berbeda dan lebih baik", tetapi memperingatkan bahwa AS memiliki alternatif terburuk, kecuali jika prosesnya berjalan "dengan cepat, mudah, dan lancar".
Juga pada Sabtu yang sama, Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar menyebut, upacara penandatanganan perjanjian AS-Iran secara elektronik dijadwalkan pada Minggu.
Pernyataan Ishaq Dar itu disampaikan setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan sebelumnya pada Sabtu yang sama bahwa AS dan Iran telah menyetujui kerangka perjanjian damai dan diperkirakan akan segera menandatanganinya. Pakistan telah memediasi negosiasi perdamaian AS-Iran.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dilaporkan membantah bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS untuk mengakhiri konflik akan ditandatangani pada Minggu, dengan mengutip alasan yang disebutnya sebagai "keraguan pihak lain."
Baghaei juga menekankan bahwa setiap MoU potensial antara Iran dan AS "hanya akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk melanjutkan pembicaraan" dan tidak boleh dianggap sebagai "kesepakatan akhir." Dia juga menambahkan bahwa perundingan tentang isu nuklir diperkirakan akan berlanjut selama 60 hari, sebut sejumlah laporan media pemerintah Iran.
"Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz akan dibuka untuk semua pihak," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.
Trump juga mengeklaim bahwa Iran kini "tidak lagi menginginkan senjata nuklir" dan mengisyaratkan bahwa AS akan bekerja sama dengan Iran untuk menyingkirkan uranium yang telah diperkaya pada "waktu yang tepat."
Dia melanjutkan, penandatanganan kesepakatan itu akan membuat hubungan AS dengan Iran "berbeda dan lebih baik", tetapi memperingatkan bahwa AS memiliki alternatif terburuk, kecuali jika prosesnya berjalan "dengan cepat, mudah, dan lancar".
Juga pada Sabtu yang sama, Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar menyebut, upacara penandatanganan perjanjian AS-Iran secara elektronik dijadwalkan pada Minggu.
Pernyataan Ishaq Dar itu disampaikan setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan sebelumnya pada Sabtu yang sama bahwa AS dan Iran telah menyetujui kerangka perjanjian damai dan diperkirakan akan segera menandatanganinya. Pakistan telah memediasi negosiasi perdamaian AS-Iran.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dilaporkan membantah bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS untuk mengakhiri konflik akan ditandatangani pada Minggu, dengan mengutip alasan yang disebutnya sebagai "keraguan pihak lain."
Baghaei juga menekankan bahwa setiap MoU potensial antara Iran dan AS "hanya akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk melanjutkan pembicaraan" dan tidak boleh dianggap sebagai "kesepakatan akhir." Dia juga menambahkan bahwa perundingan tentang isu nuklir diperkirakan akan berlanjut selama 60 hari, sebut sejumlah laporan media pemerintah Iran.





