Pemerintah Rusia mulai memperketat aturan pengisian bahan bakar pesawat bagi maskapai asing di sejumlah bandara.
Kebijakan ini diterapkan setelah otoritas penerbangan menemukan praktik pembelian bahan bakar dalam jumlah berlebih yang dilakukan sejumlah maskapai untuk menekan biaya operasional di tengah kenaikan harga energi global.
Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsiya) menyatakan, maskapai asing kini wajib berkoordinasi dengan pemasok lokal sebelum melakukan pengisian bahan bakar.
Selain itu, volume bahan bakar yang dibeli tidak boleh melebihi kebutuhan penerbangan yang telah direncanakan.
Aturan tersebut mulai diberlakukan di sejumlah bandara strategis, termasuk di Mineralnye Vody, Makhachkala, dan Nizhny Novgorod, serta beberapa wilayah lainnya di Rusia.
Dalam keterangannya, Rosaviatsiya mengungkapkan bahwa sejumlah maskapai asing diketahui mengisi bahan bakar dalam jumlah jauh lebih besar dibanding kebutuhan penerbangan mereka. Praktik tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya pembelian avtur di negara lain yang saat ini mengalami kenaikan harga.
Menurut otoritas penerbangan Rusia, kondisi tersebut berpotensi mengganggu perencanaan distribusi bahan bakar domestik dan logistik pasokan di bandara-bandara setempat.
“Maskapai penerbangan asing kini diwajibkan untuk mengoordinasikan pembelian bahan bakar dengan pemasok lokal, dan volume pengisian bahan bakar tidak boleh melebihi jumlah yang diperlukan untuk penerbangan yang direncanakan,” demikian pernyataan Rosaviatsiya.
Dilansir dari Antara pada Minggu (14/6/2026), kebijakan baru tersebut muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar energi global. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah disebut berdampak pada rantai pasok energi internasional, termasuk distribusi bahan bakar penerbangan.
Gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia, telah memicu kenaikan harga minyak dan bahan bakar aviasi di berbagai negara.
Situasi tersebut mendorong sejumlah maskapai mencari lokasi pengisian bahan bakar yang lebih ekonomis untuk menekan biaya operasional.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tekanan pasokan dalam negeri, pemerintah Rusia sebelumnya juga telah memberlakukan larangan ekspor bahan bakar pesawat atau avtur sejak awal Juni 2026.
Kebijakan tersebut mencakup avtur yang diperjualbelikan melalui mekanisme bursa dan dijadwalkan berlaku hingga 30 November 2026.
Pemerintah berharap langkah itu dapat menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar bagi kebutuhan domestik sekaligus mengendalikan dampak gejolak pasar energi global terhadap sektor penerbangan nasional. (ant/saf/ham)




