Pekanbaru, (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut ratusan orang tua dan calon siswa tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat Menengah Pertama dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 31 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Saifullah dalam sambutannya di acara "Open House" bersama orang tua siswa di Pekanbaru, Minggu mengatakan Sekolah Rakyat sudah 11 bulan dibuka untuk keluarga tidak mampu. Ada 166 SR beroperasi dengan lebih dari 15 ribu siswa tahun ini akan diterima lebih 32 ribu sehingga ada 45 ribu lebih siswa.
"Di Pekanbaru ini ada dua sekolah rintiasan, satu SRMP dan satu lagi, SRMA sudah beroperasi tahun lalu, in syaa Allah tahun ini kita akan menambah SR dengan menggunakan gedung permanen di Kabupaten Kuantan Singingi," katanya di SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru pada Gedung Sentra Abiseka Kemensos di Rumbai, Pekanbaru.
Di Kuansing, lanjutnya pembangunannya sudah rampung 80 persen dan bisa menampung 1.000 siswa. Ditargetkan Presiden pada akhirnya setiap kabupaten/kota punya satu gedung permanen Sekolah Rakyat.
Untuk seluruh Riau tahun ini menerima 420 siswa dengan 300 di antaranya di SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru. SR di Pekanbaru masih di Gedung Sentra Abiseka menunggu pembangunan yang lahannya telah disediakan 10 hektare.
Dia mengatakan SR merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau masyarakat yang paling bawah. Tidak ada pendaftaran pada Sekolah Rakyat karena pesertanya dijangkau oleh petugas pendamping mana yang memenuhi kriteria.
"Anak-anakku sekalian ini yang duduk di depan ini yang sudah terjangkau tahun lalu. Bapak Ibu sekalian yang diundang di sini adalah yang terjangkau tahun ini. Bapak Ibu sekalian silahkan dilihat tampilan anak-anak kita ini yang sedang mengikuti proses pembelajaran selama 11 bulan bulan hari ini sudah kelihatan ganteng-ganteng, bersih," ungkapnya.
Hal itu menurutnya karena SR adalah sekolah asrama atau "boarding school" yang pada saat pagi dan siang diajarkan guru-guru, sedangkan sore harinya didampingi oleh wali asrama dan wali asuh. Para wali ini juga membantu pendidikan karakternya.
"Bisa dilihat anak yang dulu minder sekarang sudah berani bicara dan pidato empat bahasa. Karena mereka dilatih percaya diri dan dikawal sesuai dengan minatnya, tapi tetap ada penguatan akademik dan disiplin," sebutnya.
Baca juga: Dudung: Lahan gedung Sekolah Rakyat Kota Malang terus dikomunikasikan
Baca juga: Dudung beli lukisan Istana Negara karya siswi SRMP 16 Kota Malang
Baca juga: Mensos: Siswa Sekolah Rakyat makin disiplin dan percaya diri
Baca juga: Mensos tinjau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Jambi
Saifullah dalam sambutannya di acara "Open House" bersama orang tua siswa di Pekanbaru, Minggu mengatakan Sekolah Rakyat sudah 11 bulan dibuka untuk keluarga tidak mampu. Ada 166 SR beroperasi dengan lebih dari 15 ribu siswa tahun ini akan diterima lebih 32 ribu sehingga ada 45 ribu lebih siswa.
"Di Pekanbaru ini ada dua sekolah rintiasan, satu SRMP dan satu lagi, SRMA sudah beroperasi tahun lalu, in syaa Allah tahun ini kita akan menambah SR dengan menggunakan gedung permanen di Kabupaten Kuantan Singingi," katanya di SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru pada Gedung Sentra Abiseka Kemensos di Rumbai, Pekanbaru.
Di Kuansing, lanjutnya pembangunannya sudah rampung 80 persen dan bisa menampung 1.000 siswa. Ditargetkan Presiden pada akhirnya setiap kabupaten/kota punya satu gedung permanen Sekolah Rakyat.
Untuk seluruh Riau tahun ini menerima 420 siswa dengan 300 di antaranya di SRMP 3 dan SRMA 31 Pekanbaru. SR di Pekanbaru masih di Gedung Sentra Abiseka menunggu pembangunan yang lahannya telah disediakan 10 hektare.
Dia mengatakan SR merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau masyarakat yang paling bawah. Tidak ada pendaftaran pada Sekolah Rakyat karena pesertanya dijangkau oleh petugas pendamping mana yang memenuhi kriteria.
"Anak-anakku sekalian ini yang duduk di depan ini yang sudah terjangkau tahun lalu. Bapak Ibu sekalian yang diundang di sini adalah yang terjangkau tahun ini. Bapak Ibu sekalian silahkan dilihat tampilan anak-anak kita ini yang sedang mengikuti proses pembelajaran selama 11 bulan bulan hari ini sudah kelihatan ganteng-ganteng, bersih," ungkapnya.
Hal itu menurutnya karena SR adalah sekolah asrama atau "boarding school" yang pada saat pagi dan siang diajarkan guru-guru, sedangkan sore harinya didampingi oleh wali asrama dan wali asuh. Para wali ini juga membantu pendidikan karakternya.
"Bisa dilihat anak yang dulu minder sekarang sudah berani bicara dan pidato empat bahasa. Karena mereka dilatih percaya diri dan dikawal sesuai dengan minatnya, tapi tetap ada penguatan akademik dan disiplin," sebutnya.
Baca juga: Dudung: Lahan gedung Sekolah Rakyat Kota Malang terus dikomunikasikan
Baca juga: Dudung beli lukisan Istana Negara karya siswi SRMP 16 Kota Malang
Baca juga: Mensos: Siswa Sekolah Rakyat makin disiplin dan percaya diri
Baca juga: Mensos tinjau perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Jambi





