Bukan Lagi Daging Rendang, Ini Menu Favorit Warga RI di Warung Padang

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Elga Nurmutia

Jakarta, CNBC Indonesia - Daging rendang yang merupakan menu khas rumah makan padang mulai dilupakan pelanggan. Kini, pelanggan lebih akrab dengan menu lain yang ramah kantong alias murah meriah.

Pelaku Usaha Rumah Makan Padang melihat adanya tren pergeseran perilaku konsumsi Nasi Padang di kalangan pelanggan. Jika sebelumnya menu masakan Padang favorit pelanggan adalah rendang, tunjang, daging cincang, dan ikan, kini mereka cenderung memilih menu dengan harga terjangkau.

Baca: Warga RI Irit Makan di Warung Padang dan Pilih Menu Murah, Ada Apa?

Menurut cerita pedagang, sebagian pelanggan cenderung membeli menu masakan Padang dengan harga sekitar Rp 15.000 sampai Rp 20.000. Biasanya, menu di kisaran harga tersebut berisi nasi, telur dadar, ayam dan sayur.


"Iya kadang-kadang sih nyari yang paketan Rp 15.000 gitu," ungkap Ijan, seorang pelaku usaha Rumah Makan Padang di Tebet kepada CNBC Indonesia, Selasa lalu dikutip Minggu (14/6/2026).

Bersamaan dengan itu, Ijan menilai, kondisi daya beli masyarakat juga mulai turun. Hal ini terlihat dari penurunan omzet nasi Padang yang mencapai lebih dari 10% dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, lanjut Ijan, biasanya menu-menu masakan Padang di tempatnya sudah habis sekitar pukul 14.00 WIB siang, tetapi sekarang sudah tidak seperti itu. Dahulu Rumah Makan Padang yang dikelolanya juga kerap diramaikan pengunjung saat jam makan siang. Namun, sekarang kondisinya tampak biasa saja.

Kondisi Rumah Makan Padang di Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Kondisi Rumah Makan Padang di Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)

Masih di kawasan Tebet, pelaku usaha Rumah Makan Padang lainnya, Ridwan mengaku mendapati beberapa pengunjung cenderung memilih menu yang irit ketika pertengahan hingga akhir bulan. Pada periode tersebut, biasanya para pembeli Nasi Padang lebih memilih menu seperti nasi telur, nasi perkedel, dan nasi terong seharga Rp 18.000.

"Sejauh ini sih tengah bulan biasanya ya sampai ke akhir sepi, biasanya ngirit mereka," ungkap Ridwan.

Saking iritnya, lanjut Ridwan, kerap kali ia mendapatkan pengunjung yang hanya membeli sayur dan sambal tanpa nasi untuk dibawa pulang. Di sisi lain, ada juga pembeli yang hanya ingin membeli lauknya saja untuk dibagi-bagi dengan keluarganya di rumah.

"Kalau di Nasi Padang kan dia akumulasinya sayur tuh free dan dia udah di-include dari orang beli lauk," jelasnya.

Beda halnya jika terjadi pada awal bulan atau periode gajian, para pengunjung Rumah Makan Padang banyak yang membeli paket nasi ikan, daging cincang, rendang hingga tunjang. Menu-menu premium tersebut biasanya dibanderol sekitar Rp 20.000-an ke atas.

Mayoritas pengunjung juga membeli menu paket lengkap seharga Rp 27.000 yang berisi nasi, satu jenis lauk, sayur dan sambal. Sayangnya, penjualan menu-menu paket tersebut mulai berkurang saat pertengahan hingga akhir bulan.

Pada saat itu, pelanggan mulai menghemat dengan membeli menu murah. Biasanya mereka meminta lebih banyak bumbu daging rendang dan kuah santan ketimbang membeli lauknya.

Bergeser ke kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Taufik seorang pelaku usaha Rumah Makan Padang turut merasakan adanya penurunan penjualan Nasi Padang di tempatnya. Ia melihat adanya pergeseran menu paket yang dipilih oleh masyarakat. Sebelumnya, kebanyakan pelanggan datang membeli nasi rendang, nasi ayam hingga lauk-lauk mewah lainnya.

Namun, saat ini banyak pelanggan cenderung memilih membeli menu yang murah seperti nasi telur, nasi perkedel, hingga nasi kentang balado. Bahkan, ada juga yang biasanya membeli rendang mulai beralih ke menu ayam.

Taufik juga menjelaskan, saat ini menu makanan seperti Kepala Kakap, Cumi, serta menu berbahan dasarnya mahal lainnya agak sulit dijual secara optimal. Melihat kondisi itu, ia memutuskan untuk mengurangi porsi penyajian.

Sebagai contoh, tadinya Taufik menjual 6-7 kepala kakap, namun sekarang hanya setengahnya alias hanya tiga kepala kakap. Untuk Nasi Padang dengan menu kepala kakap sendiri dibanderol seharga Rp 50.000.

Di sisi lain, Andi, seorang pelanggan Rumah Makan Padang mengaku masih membeli Nasi Padang lantaran menunya relatif beragam dan porsinya banyak. Meski demikian, dalam kondisi ekonomi saat ini, ia mulai berhemat saat membeli makanan, mengingat harga kebutuhan hidup lainnya sudah semakin tinggi.

"Kalau sekarang sih udah mulai diirit-irit ya. Mungkin nasi sama telur udah cukuplah itu," jelasnya.

Baca: Fenomena Baru Muncul di Rumah Makan Padang, Ada Apa dengan Ekonomi RI?

Dirinya bilang, beberapa menu makanan di Rumah Makan Padang yang pernah dikunjunginya memang sudah ada yang mengalami kenaikan harga. Dari situ, ia senantiasa memperhatikan anggaran yang tersedia sebelum memutuskan membeli Nasi Padang.

"Karena kan porsinya juga besar, dapet sayurnya gratis. Minumnya juga gratis. Iya masih worth it sampai sekarang. Tinggal menunya aja yang disesuaikan," terangnya.


(wur/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Pengusaha ungkap daya beli warga RI di tengah ketidakpastian global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Valuasi Murah dan Risiko Berkurang, IHSG Diproyeksi Masuk Tren Pemulihan
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Sebulan Kerja, Karyawan Ternak Ayam di Bekasi Gondol Motor Operasional
• 13 jam laludetik.com
thumb
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Rusia Batasi Pengisian Bahan Bakar Pesawat Asing di Sejumlah Bandara
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Spesialis Curanmor 5 TKP di Kediri dan Tulungagung Ditangkap, Pelaku Sepasang Penghuni Kos Semampir
• 15 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.