Tim Medis Telat Tangani Peserta BTN Jakim 2026 yang Pingsan, Panitia Klaim Sudah Ikuti Prosedur

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Panitia BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 merespons keluhan terkait dugaan keterlambatan penanganan medis terhadap seorang peserta yang pingsan di sekitar kilometer (KM) 19 kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2026).

Vice Medical Director BTN Jakim 2026, Fauzan Nanggadita, mengatakan tim medis telah ditempatkan di berbagai titik strategis sepanjang lintasan sesuai standar penyelenggaraan lomba lari.

"Perlu kami informasikan bahwa tim medis telah ditempatkan di berbagai titik strategis sepanjang lintasan, termasuk di hampir setiap kilometer, dengan total personel dan unit pendukung yang jumlahnya mengikuti standar medical guidelines yang berlaku untuk penyelenggaraan lomba lari," kata Fauzan dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Minggu.

Baca juga: Peserta BTN JAKIM 2026 Pingsan di KM 19, Ditolong Darurat oleh Pelari Dokter

Fauzan menjelaskan, kondisi cuaca yang berubah menjadi lebih panas di pertengahan lomba meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas atau heat-related illness pada peserta.

Menurut dia, situasi tersebut menyebabkan kebutuhan layanan medis meningkat secara bersamaan di sejumlah titik lintasan.

"Pada BTN Jakim 2026, terjadi perubahan kondisi cuaca di pertengahan lomba dari pagi yang relatif berawan menjadi lebih panas. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan terkait paparan panas (heat-related illness) pada peserta dan menyebabkan meningkatnya kebutuhan layanan medis di sejumlah titik lintasan secara bersamaan," ujar Fauzan.

Ia menegaskan, tim medis tetap menjalankan prosedur kegawatdaruratan yang berlaku, termasuk sistem triase untuk memprioritaskan peserta dengan kondisi paling serius.

Baca juga: Lalu Lintas di Sekitar GBK Jakpus Macet Usai BTN JAKIM 2026

"Dalam situasi tersebut, tim medis tetap memberikan pelayanan sesuai prosedur kegawatdaruratan yang berlaku, termasuk penerapan sistem triase untuk memastikan peserta dengan kondisi paling serius mendapatkan penanganan segera," kata dia.

Sementara peserta dengan kondisi yang tidak mengancam jiwa tetap mendapatkan pemeriksaan, pemantauan, dan penanganan sesuai tingkat kebutuhan medis masing-masing.

"Seluruh sumber daya medis yang tersedia dikerahkan untuk memberikan respons secepat dan seoptimal mungkin demi keselamatan seluruh peserta," ujar Fauzan.

Sebelumnya, seorang peserta BTN Jakim 2026 dilaporkan pingsan di sekitar KM 19 kawasan GBK pada Minggu pagi.

Peristiwa itu disaksikan oleh Roja Nur Amira Ramadhani yang berada di lokasi sebagai pendukung peserta lari.

Baca juga: BTN JAKIM 2026 Tutup Jalan Jakarta Pagi Ini, Simak Rekayasa Lalu Lintas

Roja mengatakan, pelari perempuan tersebut tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri sekitar pukul 07.56 WIB.

"Mbaknya itu pingsan di bawah kaki teman saya ketika kami lewat di samping," kata Roja saat dihubungi Kompas.com melalui Instagram.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Roja, sejumlah orang di lokasi langsung memberikan pertolongan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panas! PSI Balas PDIP: Sakit Hati Ditinggal Jokowi Sangat Mendalam
• 18 jam laludetik.com
thumb
Taylor Swift Pecahkan Berbagai Rekor Streaming Lewat Soundtrack Toy Story 5
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Harumkan RI Jadi Juara Australian Open 2026, Alwi Farhan: Terima Kasih Buat Pengkritik
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Puncak Bulan Bung Karno, Megawati Akan Resmikan Istana Gebang di Blitar
• 8 jam laludetik.com
thumb
Masuk ke Bisnis Permen Gummy, ADES Gelontorkan Rp46,2 Miliar
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.