Panas! PSI Balas PDIP: Sakit Hati Ditinggal Jokowi Sangat Mendalam

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua DPP PSI Bestari Barus menjawab balik Politisi PDIP Guntur Romli yang sempat mengoreksi bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dipecat oleh PDIP, bukan keluar. Bestari Barus mengatakan jajaran PDIP sakit hati mendalam usai ditinggal Jokowi.

Bestari awalnya menyayangkan Guntur Romli mengeluarkan pernyataan terhadap Jokowi. Menurutnya, pernyataan Guntur Romli sangat tidak layak.

"Iya, pernyataan seperti itu sebetulnya kan sangat tidak layak keluar dari muncung orang-orang yang menganggap dirinya berada di partai besar, yang pendidikan politiknya bagus. Ternyata hari ini masyarakat Republik Indonesia itu menakar, oh segini cuma hasil yang didapat, kualitas narasi yang bisa disampaikan oleh partai yang menganggap dirinya besar itu, nah itu sangat disayangkan," kata Bestari saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).

Kemudian, Bestari mengatakan seperti jajaran PDIP sangat sakit hati sudah tidak lagi bersama Jokowi. Ia berharap PDIP bisa menata diri agar lebih dewasa dalam berpolitik.

"Tapi memang apa yang beberapa kali saya sampaikan di berbagai kesempatan bahwa memang rasa sakit ditinggal oleh Pak Jokowi itu ya, rasa sakit yang dirasakan karena ditinggal oleh Pak Jokowi itu memang sangat mendalam dan terpelihara itu bertumpuk-tumpuk di dalam hati mereka gitu. Ya perlu pendidikan pendewasaan kembali itu di kurikulum, kalau ada kurikulumnya juga itu partai, supaya bisa kemudian lebih menata diri lebih dewasa di dalam berpolitik," ucap dia.

Baca juga: PDIP Balas PSI: Jokowi Dipecat Desember 2024, Bukan Keluar atau Mundur

Lebih lanjut, Bestari tidak mempersoalkan Jokowi dipecat atau tidak. Dia mengatakan banyak masyarakat yang bahagia Jokowi tidak lagi berada di PDIP.

"Terus masalah Pak Jokowi dipecat, Gibran dipecat, atau lagi Bobby dipecat, ya mekanisme saja itu sih. Tapi saya meyakini seribu persen bahkan bahwa betapa bahagianya rakyat Indonesia ini yang melihat Pak Jokowi itu keluar ataupun dalam prosesnya itu adalah dikeluarkan oleh PDIP," jelas dia.

"Karena mereka melihat Pak Jokowi itu dikuyu-kuyu, dibilang mentang-mentang, dijadikan objek selfie, duduk di kursi yang wah seperti apa kita lihat gitu kan di depan orang ramai gitu. Mentang-mentang lho, apa segala macam. Apakah itu yang dikatakan diberikan kehormatan?" lanjut dia.




(maa/gbr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenimipas Deportasi 25 Fotografer Asing, Ini Penyebabnya
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Brasil Pertahankan Rekor 92 Tahun Tak Terkalahkan di Laga Pembuka Piala Dunia
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Bundaran HI hingga Monas Gelap Gulita 60 Menit! Ada Apa?
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Lapas Kelas I Surabaya Bekali Warga Binaan Keterampilan Produktif
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
• 6 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.