VIVA – Timnas Jerman memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi lawan yang secara kualitas berada jauh di bawah level mereka. Namun, sejarah turnamen terbesar sepak bola dunia telah berulang kali membuktikan bahwa status unggulan tak selalu menjamin kemenangan.
Die Mannschaft dijadwalkan menghadapi Curacao pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Senin, 15 Juni 2026 pukul 00.00 WIB. Pertandingan tersebut disiarkan langsung oleh TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Di atas kertas, duel ini tampak timpang. Jerman adalah empat kali juara dunia dan salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola. Sementara Curacao baru mencicipi panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Namun justru perbedaan itu yang membuat pertandingan ini menarik. Jerman telah memainkan 112 laga Piala Dunia sejak debut mereka pada edisi 1934. Dari jumlah tersebut, mereka mengoleksi 68 kemenangan dan mengangkat trofi juara dunia pada 1954, 1974, 1990, serta 2014.
Sebaliknya, Curacao datang sebagai wajah baru turnamen. Meski minim pengalaman, mereka membawa semangat yang kerap melahirkan kejutan di Piala Dunia.
Sejarah mencatat sejumlah debutan pernah mengguncang dunia sepak bola. Senegal menaklukkan Prancis pada 2002, Aljazair mempermalukan Jerman Barat pada 1982, sementara Kamerun mengalahkan Argentina pada 1990. Skenario serupa tentu ingin diulang Curacao.
Salah satu faktor yang membuat Curacao layak diwaspadai adalah sosok pelatih mereka, Dick Advocaat. Arsitek asal Belanda itu akan mencatat rekor sebagai pelatih tertua yang pernah memimpin tim di Piala Dunia.
Pada laga ini, usia Advocaat mencapai 78 tahun 260 hari. Angka itu menciptakan selisih usia hampir empat dekade dengan pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, yang baru berusia 38 tahun 326 hari.
Pengalaman Advocaat di panggung dunia pun tak perlu diragukan. Ia pernah memimpin Belanda pada Piala Dunia 1994 dan Korea Selatan pada edisi 2006. Piala Dunia 2026 menjadi turnamen ketiganya.
Dengan pengalaman tersebut, Curacao tak sekadar datang sebagai pelengkap.
Jerman Ingin Putus Kutukan Laga PerdanaSelain mengincar kemenangan, Jerman juga membawa misi lain: mengakhiri tren buruk di pertandingan pembuka Piala Dunia. Dalam dua edisi terakhir, Die Mannschaft selalu tersandung pada laga pertama. Mereka kalah 0-1 dari Meksiko pada Piala Dunia 2018 dan kembali tumbang 1-2 dari Jepang pada 2022.





