Iran Murka Israel Gempur Lebanon: Negosiasi dengan AS Tak Ada Gunanya

detik.com
2 hari lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Iran mengecam keras aksi serangan Israel ke wilayah Beirut, Lebanon. Iran mengatakan serangan itu membuat negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang menjadi tidak ada artinya.

Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan tidak ada gunanya melanjutkan pembicaraan damai dengan AS setelah Israel selaku sekutu dekat AS tidak menghentikan serangan ke Lebanon.

"Agresi Zionis terhadap Dahieh sekali lagi menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kemauan untuk melaksanakan komitmennya atau tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya," kata Ghalibaf dilansir AFP, Minggu (14/6/2026).

Baca juga: Video Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan 9 Juli Mendatang

Iran telah berulang kali memasukkan perdamaian di Lebanon dalam syarat perdamaian dengan AS. Namun, upaya dari Iran itu tidak digubris oleh Israel.

"Jika Anda tidak memiliki kemauan atau kemampuan untuk memenuhi komitmen Anda, maka tidak ada gunanya membicarakan kelanjutan jalan ini," jelas Ghalibaf.

Dilansir Al Jazeera, seorang pejabat di Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Sardar Asadi, mengatakan serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut akan dibalas.

"Tanpa ragu, kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja," kata Asadi, menurut kantor berita Iran Mizan.

Baca juga: Rudal Israel Hantam Benteng Hizbullah di Beirut, 3 Orang Tewas

Khatam al-Anbiya adalah markas komando gabungan pusat yang mengawasi angkatan bersenjata Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan tentara reguler.

Seperti diketahui, militer Israel meluncurkan serangan terbaru ke wilayah Lebanon. Rudal-rudal Israel dilaporkan telah menyerang benteng-benten Hizbullah di Beirut selatan.

Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan telah menemukan tiga jenazah setelah serangan Israel menghantam di daerah Ghoebeiry, pinggiran selatan kota Beirut. Kantor Berita Nasional melaporkan 15 orang terluka dan kerusakan signifikan terjadi pada bangunan dan toko-toko di sekitarnya.




(ygs/isa)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rincian Kasus Pencurian Emas 27 Kg di Tiongkok : Pelaku Utama Mematahkan Emas Batangan untuk Membayar Ongkos Perjalanan Saat Kabur
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Kata-kata Nusron dan Sudaryono Usai Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa
• 18 jam laludetik.com
thumb
Dorong Sumatera Pulih, Kasatgas PRR: Rakyat Jangan Terlalu Lama dalam Kesulitan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Prancis akan Tulis Sejarah Baru Lawan Senegal
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Percepat Transisi Energi, KAI Menuju Penerapan B50
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.