jpnn.com, JAKARTA - Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, melalui aktivitas di berbagai wilayah operasional.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diimplementasikan melalui program Community Involvement & Development yang dijalankan di berbagai wilayah operasi, seperti Dumai, Kasim, dan Makassar.
BACA JUGA: Hadirkan Berbagai Pemangku Kepentingan, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
“Pertamina Patra Niaga menggandeng masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mengolah sampah dan limbah rumah tangga bukan hanya memberikan kontribusi positif pada kelestarian alam, tapi juga bentuk pemberdayaan masyarakat jangka panjang,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun.
Melalui program MOI (Mandiri, Optimal, dan Integrasi), warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Wahimu mengolah sampah organik dari sisa makanan dan hasil panen sayuran menjadi pakan babi milik Kelompok Ternak Kamisalun. Selanjutnya, kotoran babi diolah kembali menjadi pupuk organik untuk mendukung pertanian Kelompok Tani Wahimu.
BACA JUGA: Hadirkan Fasilitas Ekspor di Tuban, SIG Perluas Ekspansi Global ke Pasar Amerika Serikat
Komitmen terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui Program Kampung BERLIAN yang dijalankan Integrated Terminal Makassar bersama masyarakat Kelurahan Tamalabba.
Program ini menjadi solusi atas tingginya timbulan sampah rumah tangga melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pemilahan sampah, budidaya maggot melalui Tamalabba Organic Center (TOC), pengelolaan bank sampah Tasberlin, hingga pengembangan pertanian urban berbasis hidroponik, aquaponik, dan budidaya ikan.
BACA JUGA: Berpartisipasi Aktif di IGS 2026, Jamkrindo Dukung Penguatan & Pemurnian Industri Penjaminan oleh OJK
Program ini berhasil mengubah masyarakat dari sekadar penghasil sampah menjadi pelaku utama pengelolaan lingkungan. Kampung BERLIAN mampu mereduksi sampah rumah tangga hingga 6,7 ton per bulan, memanfaatkan minyak jelantah sebanyak 4 liter/bulan, dan menghemat energi sebesar 4.380 kWh melalui pemanfaatan energi surya pada sistem hidroponik.
Selain itu, program ini juga menghasilkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,50 yang berarti setiap Rp1 investasi perusahaan menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp1,50 bagi masyarakat.
“Kami berharap, kedepannya bisa lebih masif lagi mengadakan program serupa dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga fondasi bagi masa depan yang lebih berkelanjutan," seru Roberth.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy Artada




