Polda Metro siapkan rekayasa lalu lintas kunjungan Presiden Jerman

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengamankan kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Jakarta pada Senin (15/6).

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengaturan arus lalu lintas secara situasional demi kelancaran agenda kenegaraan tersebut.

"Mohon maklum beberapa ruas jalan mungkin akan lebih padat dari biasanya," katanya.

Ruas jalan yang akan dilalui rombongan tamu negara antara lain Jalan Halim Perdanakusuma, MT Haryono, Gatot Subroto, Asia Afrika, Jenderal Sudirman-Thamrin, Medan Merdeka Barat, Medan Merdeka Utara, Garnisun Dalam, Prof Dr Satrio, dan Jalan Perwira.

Komarudin menjelaskan bahwa berdasarkan jadwal yang diterima, rombongan kepresidenan Jerman akan memulai agenda sejak pagi hari dan diperkirakan bertolak kembali pada sore hari.

"Rombongan dijadwalkan datang pagi hari pukul 08.00 WIB, dan sekitar pukul 17.00 WIB sudah kembali," ujarnya.

Meski demikian, Komarudin memastikan penutupan jalan tidak dilakukan sepanjang hari. Rekayasa lalu lintas hanya bersifat sementara saat iring-iringan kendaraan Presiden Jerman melintas.

"Penutupan jalan hanya akan dilakukan saat rangkaian kebesaran melintas," katanya.

Komarudin mengimbau kepada para pengguna jalan, khususnya di kawasan Jakarta Pusat dan jalur-jalur yang menjadi perlintasan utama, untuk mencari rute alternatif guna menghindari potensi kepadatan.

"Masyarakat diminta untuk tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama," ucapnya.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Republik Indonesia pada 15 Juni dengan membawa agenda besar penguatan kerja sama bilateral, ungkap Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.

“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dengan Indonesia yang siap mengatasi tantangan masa depan bersama,” kata Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Jumat (12/6).

“Pesan utama dari kunjungan ini jelas: Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia,” katanya, menambahkan.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Steinmeier dilandasi dengan keinginan Jerman menguatkan kemitraan dengan negara-negara berkembang yang kuat, seperti Indonesia.

Baca juga: Indonesia berupaya bangun kerja sama militer dengan Jerman
Baca juga: Presiden Jerman akan melawat ke Indonesia pada 15 Juni


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Venezuela pastikan kematian pemimpin kelompok kriminal Tren de Aragua
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
ICRC: Ribuan jenazah di Jalur Gaza terancam tak dapat diidentifikasi
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Ketika Pesantren Kehilangan Teladan, Tersisa Panggung "Pertunjukan"
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pemilik Kapal Cemas Tunggu Kabar Selat Hormuz Dibuka, Ratusan Tanker Bersiap
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-detik Polisi Gerebek Tempat Judi Berkedok Timezone di Jakbar-Jakut
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.