Gunung Semeru Level III, Warga Diminta Waspada Potensi Awan Panas Guguran

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Lumajang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap luncuran awan panas guguran (APG) Gunung Semeru yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Saat ini, status Gunung Semeru masih level III (siaga).

"Aktivitas Gunung Semeru sempat disertai awan panas guguran pada Sabtu malam, 13 Juni, menjadi pengingat pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana secara terukur dan tidak berlebihan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, Minggu, 14 Juni 2026, melansir Antara.

Ia mengatakan hingga saat ini tidak terdapat laporan dampak terhadap masyarakat maupun permukiman akibat aktivitas vulkanik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu dijaga sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

“Kesadaran masyarakat untuk mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan informasi resmi,” ujarnya.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Kamis (11/6/2026).??????? ANTARA/HO-PVMBG

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan 14 Juni 2026 pukul 12.00–18.00 WIB, aktivitas Gunung Semeru masih terekam melalui sejumlah kegempaan vulkanik. Sementara itu, status aktivitas gunung tetap berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi yang tidak berubah.

Isnugroho menjelaskan bahwa setiap informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru selalu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, pemerintah desa, relawan kebencanaan, dan berbagai unsur terkait guna memastikan kondisi di lapangan dapat dipantau secara berkelanjutan.

Selain melakukan pemantauan, BPBD juga terus memperkuat penyebarluasan informasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga :

Terobos Kawasan Steril, Tiga Pendaki Ilegal Gunung Semeru Di-blacklist 5 Tahun
Menurutnya, literasi kebencanaan menjadi salah satu modal penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Pemahaman yang baik mengenai potensi risiko, jalur evakuasi, dan langkah-langkah mitigasi akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat ketika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

"Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi PVMBG, antara lain tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sesuai radius yang telah ditetapkan, tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak kawah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru," jelas dia.

Ia mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Semeru, namun demikian, kewaspadaan tetap perlu dijaga dengan mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

"Melalui penguatan kesiapsiagaan, kepatuhan terhadap rekomendasi kebencanaan, serta pemanfaatan informasi resmi sebagai rujukan utama, diharapkan masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi risiko sekaligus memperkuat budaya tangguh bencana di Kabupaten Lumajang," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sektor Properti Melambat, Laba TOTO Turun 47 Persen di Kuartal I-2026 
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Penasihat Mojtaba: Trump Setuju Cairkan 24 Miliar Dolar AS Aset Iran
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Curacao tetap bangga walau dibantai 1-7 oleh Jerman
• 35 menit laluantaranews.com
thumb
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026 Usai Tekuk Wakil Tiongkok
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KBRI Roma Gelar Konser “Mondo Nusantara” untuk Pererat Diplomasi Budaya Indonesia dan Italia
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.