VIVA – Tubuh kita sangat memerlukan asupan buah-buahan karena kaya akan vitamin dan enzim esensial yang bermanfaat.
Namun, memilih buah yang tepat tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada panduan khususnya.
Kualitas buah yang baik ternyata tidak diukur dari seberapa mahal harganya atau seberapa manis rasanya.
Lalu, bagaimana cara menentukan buah yang benar-benar sehat untuk tubuh?
Dalam sebuah kesempatan, dr. Zaidul Akbar membagikan tips dan cara tepat dalam memilihnya.
Cara Memilih Buah yang BaikDilansir dari tayangan YouTube dr Zaidul Akbar Official, salah satu contoh penerapannya dapat dilihat pada pemilihan buah nanas.
Kandungan nutrisi yang melimpah membuat nanas efektif dalam membantu menyembuhkan berbagai penyakit.
Kendati demikian, pemilihan buah nanas ini hendaknya diselaraskan dengan kebutuhan tubuh masing-masing, khususnya terkait aspek kadar gula, serat, serta pemenuhan enzim.
“termasuk ini kan, nanas ini ada ilmunya juga,” ungkap dr Zaidul Akbar pada kanal YouTubenya.
Nanas yang telah matang sempurna memiliki kandungan gula yang tinggi, sehingga tidak heran jika rasanya begitu manis dan menyegarkan saat disantap.
“Kalau Anda butuh gula yang banyak, maka belilah nanas yang matang over ripe, karena gulanya tinggi banget nanas ini,” ujarnya.
Namun, jika kondisi tubuh Anda sebenarnya lebih memerlukan asupan serat dan enzim, dr. Zaidul Akbar justru menganjurkan untuk memilih buah nanas yang kulitnya masih hijau.
“Tapi kalau Anda butuh enzim dan serat lebih banyak, maka carilah nanas yang mentah,” jelasnya.
“Jadi dia gulanya nggak terlalu tinggi banget. Tapi enzimnya, ya sebenarnya yang matang juga tinggi enzim. Cuman kalau saya enggak butuh gula banyak, saya cari nanas yang masih hijau yang enggak ada kuningnya,” sambungnya.
Melalui metode ini, pemilihan nanas bisa benar-benar diselaraskan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Sebagai contoh, bagi mereka yang harus membatasi asupan gula, mengonsumsi nanas yang masih hijau menjadi pilihan yang jauh lebih tepat.
Di titik inilah kita diuji untuk melawan keinginan atau godaan nafsu, agar buah yang sejatinya kaya akan khasiat tidak berubah menjadi pemicu masalah kesehatan akibat mengonsumsi sesuatu yang tidak benar-benar diperlukan oleh tubuh.





