Saat PM Malaysia Anwar Ibrahim Singgung Bung Hatta saat Bahas Koperasi

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Kuala Lumpur, VIVA – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyoroti semangat tokoh koperasi, tokoh proklamasi, sekaligus Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta atau Bung Hatta, saat menghadiri rapat tahunan koperasi di Putrajaya, Malaysia, Minggu.

Anwar hadir di acara Rapat Umum Tahunan ke-10 Koperasi Profesional Putrajaya Berhad (KOPROJAYA), yang merupakan badan koperasi profesional muda di bidang pelayanan publik Malaysia.

Baca Juga :
Pernah Dilirik Klub Malaysia, Adam Alis Akhirnya Buka Suara soal Masa Depannya Bersama Persib Bandung
Dua Pasukan UNIFIL Asal Malaysia Terluka dalam Serangan di Lebanon Selatan

"Saya memandang gerakan koperasi dari sudut yang lebih luas daripada sekadar keuntungan atau pembagian dividen," ujar Anwar mengawali penjelasannya dalam rapat di Putrajaya tersebut.

Dia mengatakan pada hakikatnya, koperasi mengusung gagasan besar, yakni membangun kekuatan ekonomi rakyat melalui partisipasi yang lebih luas dan pembagian manfaat yang lebih adil, dibandingkan dengan kekayaan yang hanya dimonopoli oleh segelintir pihak yang memiliki kekuatan modal dan pengaruh.

Dari hal tersebut, kata Anwar, kemudian lahir perdebatan mengenai keadilan sosial dan demokrasi sosial. Sebab demokrasi yang sejati bukan hanya soal memperebutkan kekuasaan, melainkan membuka ruang bagi rakyat untuk turut berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi dan menikmati hasil pembangunan negara.

Dia lalu menyoroti semangat yang digaungkan Bung Hatta di Indonesia dalam menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian.

"Karena itulah Bung Hatta di Indonesia memandang koperasi sebagai sarana penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial," kata Anwar.

Anwar Ibrahim mengatakan Bung Hatta meyakini bahwa masa depan Indonesia yang merdeka tidak boleh dibangun di atas penguasaan kekayaan oleh kelompok tertentu, melainkan harus bertumpu pada partisipasi rakyat yang lebih luas dalam perekonomian.

Dia juga menyoroti semangat tokoh India, Dr. Ambedkar yang mengingatkan bahwa demokrasi tidak memiliki makna apabila gagal membongkar sistem yang menindas dan mempertahankan kesenjangan yang memisahkan masyarakat.

Menurut Ambedkar, demokrasi yang sesungguhnya harus memberikan ruang bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan untuk turut menikmati peluang dan kemajuan yang diraih negara.

"Prinsip yang sama telah lama tercermin dalam ajaran Islam melalui semangat ta'awun atau saling tolong-menolong dalam kebaikan," jelasnya.

Dia menekankan semangat itu mengajarkan bahwa kelompok yang lemah tidak boleh dibiarkan menghadapi tantangan sendirian. Sebaliknya, kelompok lemah harus dihimpun agar mampu berdiri lebih teguh dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :
WNI di Malaysia Ditahan Terkait Insiden 2 Anaknya Jatuh dari Lantai 12 Apartemen
Mengintip Perbandingan Harga Bensin di RI dan Malaysia, Mana yang Lebih Murah?
Terpopuler: Dua Pemain Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk hingga Persib Bandung Incar Eks Rekan Cristiano Ronaldo

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Demo Mahasiswa di Monas, Lalu Lintas Masih Lancar dan Belum Ada Penutupan Jalan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Wakil Ketua DPR Dasco Mengapresiasi Terobosan Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
UI Evaluasi Internal SUMA UI Usai Unggah Konten yang Diduga Dukung LGBT
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pemuda Bakar Rumah Orang Tua di Pati Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Oli Samping Aroma ‘Stroberi’ Kini Pakai Formulasi Baru
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.