JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan selatan Monumen Nasional (Monas) masih terpantau lengang menjelang demonstrasi mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (15/6/2026) siang.
Pantauan Kompas.com di lokasi hingga pukul 10.58 WIB, belum ada penutupan jalan di sekitar lokasi aksi.
Sejak pukul 09.30 WIB, arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan masih dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Sementara itu, lalu lintas di perempatan Patung Kuda juga terpantau lancar.
Baca juga: Jelang Demo Mahasiswa di DPR Siang Ini, Arus Lalin Jalan Gatot Subroto Lancar
Sebanyak empat personel polisi lalu lintas berjaga di area Patung Arjuna atau Patung Kuda untuk mengatur kelancaran arus kendaraan.
Di sisi lain, puluhan personel kepolisian telah bersiaga di depan BSI Tower yang berada di ujung barat Jalan Medan Merdeka Selatan.
Belasan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga terlihat berjaga di depan pintu selatan Monas.
Sebelumnya, sekitar lima kendaraan taktis berlapis baja tampak memasuki area Monas.
Diberitakan sebelumnya, BEM UBK akan menyampaikan enam tuntutan dalam demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan atau kawasan selatan Monas, Jakarta Pusat, pada Senin.
Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK, M Abdi Maludin, mengatakan, enam tuntutan itu berdasarkan hasil diskusi dan kajian para mahasiswa merespons kondisi bangsa.
"Enam tuntutan itu sudah kita kaji dan diskusikan dengan mahasiswa UBK. Kita kompak berpendapat bahwa negara sedang tidak baik-baik saja," kata Abdi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/6/2026).
Baca juga: 6 Penyebab Pelari Bisa Kolaps Saat Maraton, Tak Cuma Jantung
"Kita bergerak untuk meluruskan kebijakan pemerintah hari ini," tuturnya.
Enam poin tuntutan itu yakni:
- Mendesak pemerintah menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
- Mendesak peninjauan kembali Undang-undang (UU) Kepolisian RI.
- Setop militerisme dan tegakkan supremasi sipil.
- Mendesak pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
- Memberikan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang membebani masyarakat.
Abdi menyatakan, massa aksi berkeinginan untuk bisa ditemui oleh perwakilan pemerintah dalam demonstrasi besok.
Menurut dia, kehadiran perwakilan pemerintah penting untuk menunjukkan posisi tangung jawab pemerintah dalam menyikapi kebijakan saat ini.
Abdi menyampaikan, aksi pada Senin besok dimulai pukul 11.00 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




