Puluhan Jurnalis Ikuti Pelatihan Peliputan di Daerah Konflik

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Puluhan jurnalis mengikuti workshop peliputan daerah konflik yang digelar oleh Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispen AU). Kegiatan yang berlangsung pada 11 hingga 12 Juni 2026 di Brigade 1 Kopasgat, Jakarta Timur, ini diikuti oleh 30 jurnalis dari berbagai media.

Selain mendapatkan pendalaman materi tentang peliputan di wilayah berisiko tinggi, para peserta juga dibekali simulasi pertempuran untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan saat meliput di daerah konflik.

Kepala Subdinas Penerangan Umum (Kasubdispenum) Dispen AU, Kolonel Sus Yohanes Ridwan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal dan gambaran nyata bagi awak media yang bertugas di daerah rawan.

"Kita dua hari ini melaksanakan workshop peliputan di daerah konflik bagi rekan-rekan media yang tujuannya adalah memberikan bekal dasar dan memberikan gambaran bagaimana saat meliput yang berada di daerah yang cukup rawan, artinya di daerah konflik," ujar Kolonel Yohanes dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Minggu 14 Juni 2026. 

Baca Juga :

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri, Bahas Lonjakan Minat Investasi Asing
Pembekalan Mental dan Simulasi Tempur

Sebelumnya, berbagai macam pelatihan serta pembekalan telah dilaksanakan. Kolonel Yohanes memaparkan, pada hari pertama, peserta diberikan materi pembentukan kerja sama tim dan mental melalui kegiatan psikologi lapangan. Peserta juga dibekali cara bertahan diri dengan latihan menembak.

Memasuki hari kedua, para jurnalis dilibatkan langsung dalam simulasi pergerakan taktis di dua medan yang berbeda, yakni simulasi pertempuran kota dan patroli perbatasan di hutan.

"Hari ini kita melaksanakan simulasi. Merasakan bagaimana operasi saat perang kota dan juga patroli di hutan yang disimulasikan sebagai patroli perbatasan, di mana ada yang bertindak sebagai musuh," jelasnya.

Latihan ini membekali jurnalis agar mengetahui cara bergerak secara taktis mengikuti perintah dari komandan regu TNI apabila terjadi suatu ancaman pada saat melaksanakan peliputan di daerah konflik.

Kolaborasi Pengamanan di Daerah Rawan

Terkait penugasan resmi, Kolonel Yohanes menegaskan bahwa hal tersebut tetap merujuk pada pimpinan redaksi atau direksi masing-masing media. Namun, apabila ditugaskan dalam suatu daerah konflik yang berisiko, jurnalis pasti akan berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat.

Oleh karena itu, pembekalan ini diberikan agar para wartawan dapat berkolaborasi dengan petugas yang ada di lapangan tanpa merasa canggung.

"Artinya, untuk dia melaksanakan operasi, dia sudah tidak canggung lagi. Dia sudah punya pelatihan bagaimana cara berlindung, bagaimana cara bertahan hidup, dan lain sebagainya," tambah Yohanes.

Selain taktik lapangan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang standar operasional perlengkapan peliputan konflik. Selama simulasi, para jurnalis diwajibkan menggunakan atribut lengkap yang akan dipakai dalam penugasan berkolaborasi dengan TNI, mulai dari helm taktis hingga rompi antipeluru (Kevlar).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjelasan Pasar Jaya Soal Eskalator Tanah Abang Berhenti Mendadak
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Peluang Krisis Finansial 1998 Terulang Relatif Kecil, Risiko Bergeser ke Sektor Riil
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Gelaran Wayang Kulit Langka pada Malam 1 Suro di Keraton Yogya, Apa Maknanya?
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
AI Bisa Jadi Guru di Dunia Kerja
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Viral WNI ART Dianiaya di Malaysia, 4 Orang Ditangkap
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.