Bisnis.com, JAKARTA – Katalis berupa basis konsumsi masyarkat yang kuat pada momentum Lebaran 2026 sebagai pendorong saham emiten ritel rupanya belum habis. Stimulusnya kini datang dari guyuran promo yang dibagikan emiten ritel dalam medio April-Mei 2026.
Sebagai contoh, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) meluncurkan diskon hingga 50% pada April sampai awal Juni ini, sementara PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) melalui mereknya Marks & Spencer memberikan diskon terbatas 50%, serta ada PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) yang meluncurkan program tahunan Boom Deals pada awal Juni.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Christy Halim dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya 12 Juni 2026 mencatat bahwa terdapat peningkatan same store sales growth (SSSG) sejumah peritel pada April hingga Mei 2026.
"Meskipun kami mengakui adanya kekhawatiran terkait melemahnya permintaan setelah musim perayaan Lebaran, kami melihat tanda-tanda pemulihan yang berkelanjutan pada SSSG MIDI sebagai peritel kebutuhan pokok," ujarnya, dikutip Minggu (14/6/2026).
Analis mencatat MIDI membukukan SSSG periode April 2025 sebesar 1,1% year on year (YoY), membaik dibandingkan dengan April 2024 kala terkoreksi 14,8% YoY. Bahkan pertumbuhannya semakin cepat menjadi 7,15% pada Mei 2026.
Sementara itu, ACES melaporkan SSSG April 2026 yang lebih lemah sebesar 2,4% YoY akibat pergeseran waktu Lebaran, namun masih berada dalam target manajemen sebesar 2%–4%.
Baca Juga
- Efek Rupiah Tembus Rp18.000, Emiten Peritel RANC dan MIDI Akan Sesuaikan Harga
- Peritel EKspansi Jaga Dominasi
- Pertaruhan Ekspansi Emiten Peritel
Sementara menilik performa di pasar saham, ekspektasi investor tampaknya tetap terjaga meski indeks keyakinan konsumen (IKK) Mei 2026 turun. Per penutupan Jumat (12/6), saham MIDI dalam 3 bulan terakhir naik 11,94%, sementara MAPI menguat 27,35%. Kedua saham outperform dibanding IHSG yang terpangkas 18,70% dalam 3 bulan terakhir.
"Di sektor ritel, dana domestik sedikit meningkatkan eksposur mereka dalam satu bulan terakhir, terutama pada MAPI dan MAPA. Kami meyakini hal ini terutama didorong oleh membaiknya sentimen investor karena harga saham MAPI diperdagangkan lebih dekat ke harga mandatory tender offer (MTO) sebesar Rp1.550," ujarnya.
Sementara itu, posisi harga ACES dan MIDI relatif tidak berubah dalam tiga bulan terakhir. Dari perspektif arus dana asing, analis mencatat bahwa ACES mengalami pengurangan posisi terbesar secara year-to-date, sementara investor asing secara selektif menambah posisi di MIDI dan mempertahankan posisi yang relatif stabil di MAPI maupun MAPA.
Di sisi lain, sentimen negatif saham emiten ritel dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta meningkatnya ketidakpastian makro sebagai hambatan utama terhadap daya beli yang dapat membebani pengeluaran diskresioner.
Walau demikian, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan peringkat overweight untuk sektor ritel. Alasannya, valuasi price to earnings (PE) sektor ini dalam proyeksi 2026 penuh terus mengalami de-rating menjadi 10,1 kali yang berada di level minus 1,5 standar deviasi dari rata-rata tiga tahunnya.
"Kami menilai valuasi PE saat ini sudah mencerminkan sebagian besar kekhawatiran terkait kondisi makro dan konsumsi yang ada. Kami kembali menegaskan MIDI dengan rekomendasi buy target harga Rp500 sebagai pilihan utama kami di sektor ini," ujar analis.
Analis mencatat bahwa saat ini harga saham MIDI diperdagangkan pada valuasi yang tidak mahal, yakni dengan rasio PE 11,0 kali.
Untuk nama-nama lainnya, sekuritas merekomendasikan buy untuk MAPA dengan target harga Rp800, MAPI di target harga Rp1.400, dan ACES di target harga Rp450.
"Kami tetap konstruktif terhadap model bisnis defensif yang berfokus pada kebutuhan pokok, yang memberikan visibilitas laba yang lebih baik di tengah kondisi konsumsi yang lebih lemah, prospek pertumbuhan yang lebih tangguh, serta potensi ekspansi margin," pungkasnya.
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) dari sejumlah nama di sektor ritel. Nafan merekomendasikan akumulasi beli dengan target harga di Rp1.490, Rp1.670, dan Rp1.795.
Menurutnya, AMRT terus memperlebar keunggulan kompetitifnya melalui integrasi ekosistem digital Alfagift. Strategi ini berhasil meningkatkan basket size (rata-rata belanja per transaksi) dan menciptakan pendapatan berulang dari program loyalitas konsumen.
"Pertumbuhan gerai baru yang difokuskan ke luar Pulau Jawa dan wilayah sub-urban juga menjadi motor penggerak pertumbuhan pendapatan (revenue growth) yang konsisten di kisaran high single digit," terang Nafan.
Basis Kuat di Triwulan IAnalis IPOT Sekuritas, Andrianto Saputra dan Nicholas Bryan dalam risetnya mencatat bahwa secara agregat, penjualan peritel pada kuartal I/2026 tumbuh 12,8% YoY, melebihi kinerja pertumbuhan rata-rata 5 tahun sebesar 11,5% yoy, serta melanjutkan pemulihan dari pertumbuhan 11,8% yoy pada kuartal IV/2025.
Bila dirinci, MAPI membukukan SSSG triwulan I/2026 sebesar 13,3% YoY, didorong oleh momentum animo masyarakat memburu produk iPhone 17. Sementara itu, ACES mencatat SSSG kuartal I/2026 sebesar 4,3% YoY, didukung oleh musim Lebaran yang lebih kuat. Selain itu, AMRT juga mencatat SSSG triwulan pertama sebesar 6,2% YoY, meskipun lebih rendah dari capaian kuartal I/2025 sebesar 8,6% YoY.
"Secara keseluruhan, kami melihat bahwa Lebaran 2026 lebih kuat dibanding 2025, sebagaimana tercermin dari SSSG peritel yang lebih tinggi pada kuartal I/2026. Dari sisi profitabilitas, laba MAPI pada kuartal I juga berada di atas ekspektasi, laba AMRT sesuai ekspektasi, sedangkan laba ACES berada di bawah ekspektasi," ujar analis.
Analis mencatat bahwa kinerja pada April 2026 juga masih cukup solid, seiring adanya pemulihan konsumsi yang didorong oleh belanja pemerintah melalui program MBG yang meningkatkan daya beli masyarakat.
"Namun demikian, kami menilai bahwa harga minyak yang tetap tinggi dalam jangka panjang dapat menjadi risiko bagi pertumbuhan SSSG peritel, terutama jika pemerintah menaikkan harga Pertamax, karena hal tersebut berpotensi berdampak negatif terhadap konsumsi dan pada akhirnya menekan SSSG peritel," ujarnya dalam riset.
Untuk rekomendasi, IPOT Sekuritas menyematkan rating buy saham ACES dengan target harga Rp660, MAPI di target harga Rp1.600, serta AMRT di target harga Rp2.600.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





