YOGYAKARTA, KOMPAS.TV – Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, menegaskan kompetisi antarkampus memegang peranan krusial sebagai kawah candradimuka dalam melahirkan talenta baru. Wadah seperti ini dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga regenerasi tim nasional agar mampu berbicara lebih banyak di panggung internasional.
Saat ini, posisi futsal Indonesia di kancah global kian diperhitungkan dengan menduduki peringkat ke-14 dunia. Prestasi tersebut, harus dijaga lewat konsistensi kompetisi yang kompetitif dan merata di seluruh daerah.
"Talenta futsal Indonesia punya potensi besar. Kita sekarang berada di peringkat 14 dunia dan itu harus menjadi kebanggaan. Kompetisi seperti ini menjadi salah satu jalan untuk melahirkan pemain-pemain yang nantinya bisa berbicara di level internasional, termasuk Piala AFC," ujar Michael di sela-sela babak final Wondr National Collegiate Futsal Series (NCFS) National Stage 2026 di GOR Nusantara UGM, Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026) malam WIB.
Baca Juga: Adu Gengsi Futsal Mahasiswa di Yogyakarta, NCFS 2026 Libatkan Wasit Lisensi FIFA
Pernyataan orang nomor satu di FFI tersebut bukan tanpa alasan. Antusiasme futsal di level akar rumput terbukti sangat masif, salah satunya kompetisi NCFS tahun ini di Yogyakarta berhasil menyedot partisipasi hingga 240 kampus dari berbagai regional di Indonesia.
Visi FFI mengenai pemerataan dan kemunculan bakat-bakat baru langsung terbukti di lapangan. Kompetisi Wondr NCFS National Stage 2026 resmi melahirkan juara baru setelah wakil Sulawesi Selatan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIEM) Bongaya Makassar, keluar sebagai kampiun usai mengalahkan STIE Indonesia Jakarta dengan skor 3-2 pada partai final.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbaik bagi wakil Makassar tersebut. Pada edisi sebelumnya, mereka hanya mampu menempati posisi ketiga nasional.
Kemenangan STIEM Bongaya ditentukan oleh penampilan impresif Fahmi Fatur Rahman yang mencetak hattrick pada menit ke-13, 17, dan 31. Sementara dua gol balasan STIE Indonesia Jakarta dicetak oleh Rakesh Abrar pada menit ke-19 dan 39.
Pelatih STIEM Bongaya Muh Afdhal Chaeruddin mengatakan gelar juara merupakan hasil dari target yang telah disusun sejak satu tahun terakhir.
"Alhamdulillahi rabbil alamin. Kami memang sejak awal sudah menargetkan juara nasional. Pasalnya tahun kemarin kami hanya menduduki peringkat tiga nasional. Jadi tahun ini semua sesuai dengan rencana," ujarnya.
Penulis : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- futsal
- federasi futsal indonesia
- victor sianipar
- stiem bongaya makassar
- National Collegiate Futsal Series NCFS





