Bisnis.com, JAKARTA — Peluang industri kecil dan menengah (IKM) untuk masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dinilai semakin terbuka seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Namun, kemampuan memenuhi standar kualitas, harga yang kompetitif, hingga kepastian permintaan masih menjadi tantangan.
Tidak dipungkiri, penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang Januari-Mei 2026. Dari catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan battery electric vehicle (BEV) secara wholesales mencapai 57.087 unit hingga Mei 2026, melonjak 80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 31.709 unit.
Dengan capaian tersebut, BEV menjadi kontributor terbesar pertumbuhan kendaraan listrik nasional. “Bisa dilihat pada data-data Gaikindo bahwa penjualan BEV meningkat terus,” ujar Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto kepada Bisnis, Minggu (14/6/2026).
Adapun, kinerja hybrid electric vehicle (HEV) juga tetap positif. Penjualan wholesales HEV mencapai 34.151 unit, naik 49,7% dibandingkan Januari-Mei 2025 yang tercatat 22.819 unit. Sementara itu, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) membukukan pertumbuhan paling tinggi secara persentase, yakni 416,1%, dari 504 unit menjadi 2.601 unit, meskipun volumenya masih relatif kecil.
Pada sisi produksi, tren peningkatan kendaraan elektrifikasi juga terlihat cukup kuat. Produksi HEV pada Januari-Mei 2026 mencapai 46.659 unit atau meningkat 39,6% dibandingkan tahun lalu. Produksi BEV melonjak 219,5% menjadi 27.755 unit dari sebelumnya 8.686 unit. Produksi PHEV juga meningkat menjadi 1.489 unit dari 423 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Di tengah pasar kendaraan listrik yang menunjukkan sinyal positif ini, Jongkie mengatakan, peluang bagi IKM untuk memasok komponen kendaraan jenis ini dipastikan tersedia. Kendati demikian, industri perlu terlebih dahulu mengidentifikasi jenis komponen yang dapat diproduksi oleh IKM beserta kesiapan kapasitas produksinya.
Baca Juga
- Aral IKM untuk Jadi Tulang Punggung Rantai Pasok Industri Nasional
- Penyebab IKM Belum Mampu Perkuat Rantai Pasok Industri
"Peluang pasti ada. Mari sama-sama dipelajari komponen apa saja yang dapat disuplai oleh IKM, bagaimana kesiapan IKM untuk memasok, bagaimana skala ekonominya, serta kesiapan investasi oleh IKM," tuturnya.
Jongkie menyebut, produsen kendaraan listrik tetap akan mengedepankan dua faktor utama dalam memilih pemasok lokal, yakni harga yang kompetitif dan kualitas produk yang memenuhi standar industri.
"Yang penting harga dan kualitas akan menjadi syarat utama para pemegang merek," tegasnya.
Pendalaman Industri Masih Jadi PREkonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai target pemerintah untuk mendorong IKM masuk ke rantai pasok kendaraan listrik pada dasarnya realistis karena didukung oleh pertumbuhan pasar yang sangat cepat.
Permintaan yang besar ini menciptakan peluang bagi pemasok komponen lokal. “Namun, adanya peluang pasar tidak otomatis menjamin keterlibatan IKM,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, tantangan utama justru terletak pada lambatnya pendalaman struktur industri domestik. Selama produsen masih dapat memperoleh komponen impor dengan harga lebih murah dan siap digunakan, insentif untuk mengembangkan pemasok lokal akan tetap terbatas.
Pengalaman Thailand, katanya, menunjukkan bahwa pertumbuhan industri kendaraan listrik tidak selalu diikuti berkembangnya pemasok lokal bernilai tinggi karena banyak komponen inti masih bergantung pada impor.
“Kondisi tersebut berkaitan langsung dengan daya saing IKM,” sebutnya.
Lebih lanjut, Yusuf menilai sebagian IKM otomotif di Indonesia sebenarnya telah memiliki pengalaman memproduksi komponen kendaraan konvensional sehingga memiliki kemampuan teknis dasar yang memadai. Kendala terbesar justru berada pada konsistensi produksi massal, kepemilikan sertifikasi industri, serta efisiensi biaya produksi.
Industri kendaraan listrik, lanjutnya, menuntut standar presisi tinggi dan tingkat cacat produksi (zero-defect) yang sulit dipenuhi apabila IKM masih menghadapi keterbatasan modal kerja, mesin produksi presisi, maupun biaya sertifikasi.
Oleh karena itu, dalam jangka pendek, peluang terbesar IKM berada pada komponen non inti kendaraan listrik, seperti rangka, bodi, jok, kabel, bracket, casing, hingga perangkat pendukung infrastruktur pengisian daya.
Sebaliknya, komponen strategis seperti sel baterai, battery management system (BMS), controller, dan motor listrik masih membutuhkan penguasaan teknologi, kapasitas riset, serta investasi besar sehingga masih didominasi produk impor.
"Secara realistis, peran IKM dalam jangka pendek berada pada lapisan kedua dan ketiga rantai pasok, bukan pada teknologi inti yang membutuhkan modal dan kapasitas riset tinggi," katanya.
Yusuf juga menilai program link and match yang mempertemukan IKM dengan industri kendaraan listrik merupakan langkah positif. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada tindak lanjut setelah forum bisnis berlangsung.
Dia berpendapat, kerja sama hanya akan terealisasi apabila tersedia kepastian volume pesanan, harga yang kompetitif, serta skema pembayaran yang memberikan kepastian bagi IKM untuk berinvestasi meningkatkan kapasitas produksi.
Yusuf menambahkan, pengalaman Jepang dan Korea Selatan menunjukkan pemasok lokal berkembang bukan semata karena dipertemukan dengan industri besar, melainkan karena memperoleh pendampingan teknologi serta jaminan permintaan dalam jangka panjang.
Untuk mempercepat pendalaman industri, Yusuf mendorong pemerintah menghubungkan kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara langsung dengan pengembangan IKM.
Peningkatan target TKDN katanya hanya akan menghasilkan pendalaman industri apabila kandungan lokal benar-benar berasal dari pemasok dalam negeri, bukan sekadar aktivitas perakitan akhir.
"Pemerintah perlu menjadikan penggunaan komponen IKM sebagai salah satu syarat pemberian insentif fiskal, membantu pembiayaan sertifikasi dan modernisasi mesin produksi, serta mendorong perusahaan agregator yang dapat mengonsolidasikan kapasitas banyak IKM agar mencapai skala ekonomi yang layak," saran Yusuf.
Dia menilai pendekatan tersebut telah menjadi salah satu faktor yang membantu Cina membangun rantai pasok kendaraan listrik yang semakin terintegrasi.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita menyampaikan, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang besar bagi IKM komponen otomotif untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar.
Untuk itu, kementerian katanya memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku IKM komponen otomotif dan agen pemegang merek (APM) kendaraan listrik. Kegiatan temu bisnis tersebut dilaksanakan dalam dua sektor utama, yaitu kendaraan listrik roda dua serta kendaraan listrik roda empat atau lebih.
Untuk sektor roda dua, kegiatan diselenggarakan di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan diikuti 60 IKM komponen alat angkut.
Dari kegiatan tersebut, telah terjalin tindak lanjut penjajakan kerja sama antara Polytron dengan anggota Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) untuk memasok berbagai kebutuhan komponen, mulai dari jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, hingga komponen pendukung lainnya.
Selain itu, PT Pindad (Persero) selaku pelaksana utama proyek strategis nasional mobil nasional juga melakukan diskusi lanjutan dengan sejumlah pelaku IKM komponen, guna menjajaki peluang keterlibatan mereka dalam rantai pasok proyek mobil nasional.
Adapun, kegiatan temu bisnis sektor kendaraan listrik roda empat atau lebih dilaksanakan di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 bekerja sama dengan PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 70 IKM komponen alat angkut dengan industri kendaraan listrik untuk menjajaki peluang penyediaan komponen lokal bagi kendaraan listrik roda empat, bus, dan truk listrik.





