Jakarta: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta membidik target kunjungan dalam perhelatan Festival Muharram 1448 Hijriah di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan. Kegiatan itu diyakini menjaring sebanyak 3.000 hingga 5.000 pengunjung sepanjang dua hari pelaksanaan festival religi ini.
“Kalau targetnya tentu saja sesuai dengan luasan dari Taman Bendera Pusaka sendiri, kami menargetkan kurang lebih dalam dua hari bisa 3.000 sampai 5.000 orang yang berkunjung in and out,” kata Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, di lokasi acara, Minggu, 14 Juni 2026.
Baca Juga :
Kirab Obor 500 Warga Jadi Puncak Festival Muharram JakartaLucky menjelaskan bahwa agenda syiar Islam yang berlangsung pada 14-15 Juni 2026 ini sengaja dikemas sedemikian rupa untuk menarik minat penonton urban secara dinamis. Festival tahunan ini juga sekaligus diintegrasikan sebagai bagian dari rangkaian acara besar dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Selain untuk menggaet ribuan massa, pemilihan lokasi di Taman Bendera Pusaka dinilai strategis guna menyosialisasikan program pemanfaatan aset daerah. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menghidupkan ruang publik terintegrasi yang ramah warga dan dapat diakses gratis oleh masyarakat umum selama 24 jam penuh.
“Kegiatan ini yang merupakan kegiatan Festival Muharram 1448 Hijriah ini merupakan salah satu bagian atau rangkaian menjelang HUT Jakarta ke-499. Dan untuk pemilihan lokasi di Taman Bendera Pusaka adalah karena memang sebagai salah satu aktivasi program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan taman terbuka 24 jam yang juga untuk masyarakat umum dan secara gratis,” papar Lucky.
Festival Muharram 1448 Hijriah di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan. Foto: Instagram Disparekraf DKI Jakarta.
Guna memenuhi target ribuan pengunjung tersebut, Disparekraf DKI Jakarta telah merancang serangkaian kegiatan pemikat yang bersifat inklusif untuk semua kalangan. Selain tausiah keagamaan, para pengunjung akan disuguhkan hiburan Halal Food Festival, konser musik Islami, pawai obor tradisional, hingga pelaksanaan doa bersama yang melibatkan lintas tokoh agama.
“Jakarta itu terbuka untuk semua, inklusif, dan juga merayakan semua perayaan hari besar keagamaan, termasuk juga Tahun Baru Islam. Selain tausiah juga ada kirab pawai obor, kemudian ada konser Islam, dan Halal Food Festival, dan juga melibatkan berbagai macam lintas agama juga, nanti ada doa bersama,” ucap dia.




