Jubir Kementerian ESDM Jelaskan soal Kenaikan Harga Pertamax: Seharusnya Terjadi April 2026

kompas.tv
12 jam lalu
Cover Berita
Sejumlah pengguna kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). (Sumber: Ari Bowo Sucipto/Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara (Jubir) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi jenis Pertamax tidak dilakukan secara mendadak.

Menurut dia, seharusnya semua jenis produk BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga pada April 2026 lalu, termasuk Pertamax. Namun pertimbangan daya beli masyarakat memang sempat membuat pemerintah menahan harga Pertamax saat itu.

"Kalau kita bicara BBM nonsubsidi, harusnya semua jenis produk BBM nonsubsidi itu ikut naik pada April 2026, karena kalau kita bicara harga keekonomian untuk Pertamax, let's say (katakanlah) untuk Ron 92 itu harganya di Rb20 ribu," kata Anggia dalam dialog Kompas Petang, KompasTV, Minggu (14/6/2026).

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Menkeu Purbaya Buka Suara soal Ajakan Pindah ke Pertalite

"Dan ketika itu pemerintah masih mempertimbangkan untuk menjaga daya beli masyarakat. Sehingga tidak hanya BBM subsidi saja yang harganya dijamin tidak naik, tapi juga ada beberapa produk BBM nonsubsidi yang pemerintah minta dikoordinasikan untuk badan usaha, baik swasta dan juga milik negara untuk bisa menahan harga terlebih dahulu."

Kata dia, pemerintah pun memahami dan tidak dapat memungkiri bahwa kenaikan harga Pertamax membebani masyarakat.

Kendati demikian, hal itu tidak dapat dihindari karena harga minyak dunia bergerak fluktuatif. Sehingga, pemerintah harus melakukan penyesuaian harga mengikuti mekanisme pasar.

"Ini adalah hal yang tidak bisa dihindari, seperti yang disampaikan tadi, seharusnya kenaikan harga BBM nonsubsidi ini terjadi pada awal April lalu, tapi dengan berbagai pertimbangan Pak (Presiden) Prabowo jelas untuk melindungi daya beli masyarakat, kelompok rentan, maka sempat ditahan harganya," ujar dia.

"Namun kalau ini terus diberlakukan, yang pasti yang terjadi adalah ketidakkonsistenan, kita tidak akan bisa menjaga kontinuiti produk BBM nantinya, kalau memang harga produknya dari luar, harga mentahnya saja sudah mengalami kenaikan."

Kendati begitu, pemerintah memastikan mempertahankan harga pada BBM subsidi Pertalite dan Solar, guna menjaga daya beli dan melindungi masyarakat kecil.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • jubir kementerian esdm
  • harga pertamax
  • kenaikan harga pertamax
  • bbm nonsubsidi
  • bbm
  • pertamax
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI ajak Jerman perluas investasi bidang energi dan kendaraan listrik
• 29 menit laluantaranews.com
thumb
Warga di Jalan Ambon Bandung Bangun Garasi di Trotoar, Dibongkar Paksa Satpol PP
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi Pantai Gading vs Ekuador: Duel Dua Tim Paling Sulit Dibobol
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
MA Usul Anggaran Jadi Rp 27 Triliun, DPR Soroti Infrastruktur Teknologi Peradilan Belum Memadai
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Kriminal kemarin, tawuran hingga penipuan loker
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.