Indeks bursa saham Amerika Serikat Serikat, Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat (13/6) waktu setempat. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya harapan investor terhadap tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan AS.
Bursa saham AS juga ditopang lonjakan saham SpaceX yang kini tercatat sebagai penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah Wall Street.
Indeks S&P 500 naik 36,30 poin atau 0,50% ke level 7.431,83. Indeks Nasdaq Composite menguat 77,77 poin atau 0,31% menjadi 25.888,84. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 353,42 poin atau 0,70% ke posisi 51.202,26.
Chief Executive Officer Longbow Asset Management Jake Dollarhide mengatakan, perkembangan positif pada pembicaraan damai antara AS dan Iran menjadi sentimen utama yang mendorong optimisme pasar.
“Masih ada harapan tercapainya kesepakatan damai. Trump membatalkan rencana serangan, dan pihak ketiga juga mengonfirmasi bahwa kesepakatan perdamaian sedang berlangsung,” ujar Dollarhide dikutip dari Reuters, Senin (15/6).
Menurut dia, prospek perdamaian tersebut turut menekan harga minyak dunia dan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi serta suku bunga.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran memberikan sinyal bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik di antara kedua negara semakin dekat. Seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebutkan rancangan proposal perdamaian telah disusun dan mendapat respon baik dari kedua pihak.
Presiden AS Donald Trump juga telah beberapa kali menyatakan sejak pertengahan Maret bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran sudah berada di depan mata.
Perhatian pelaku pasar juga tertuju pada saham perusahaan antariksa milik Elon Musk yaitu SpaceX yang mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Jumat. Harga saham SpaceX melesat di atas harga IPO sebesar US$135 per saham sehingga valuasi perusahaan menembus lebih dari US$2 triliun.
Sementara itu, sejumlah saham perusahaan antariksa lain yang sebelumnya naik menjelang IPO SpaceX justru terkoreksi pada perdagangan Jumat. Di antaranya saham Rocket Lab, Intuitive Machines dan Planet Labs.
Investor juga mulai mengalihkan perhatian pada rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan yang menjadi pertemuan pertama bank sentral AS di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.
Meski indeks saham naik, dana investasi saham AS mencatat arus keluar mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Sebelumnya, indeks sektor teknologi juga telah mengonfirmasi masuk ke fase koreksi.
Sejumlah analis menilai pelemahan saham AS dan penurunan harga bitcoin pada pekan lalu kemungkinan dipicu aksi investor yang mengurangi kepemilikan aset untuk menyiapkan dana menjelang IPO SpaceX.
Dengan valuasi yang kini melampaui US$2 triliun, SpaceX langsung masuk jajaran perusahaan publik terbesar di AS.
Saham Tesla, perusahaan lain milik Elon Musk yang selama ini diperdagangkan dengan valuasi premium, juga ditutup menguat. Hanya sekitar 3% hingga 4% saham SpaceX yang diperkirakan tersedia untuk diperdagangkan di pasar, dengan porsi besar dialokasikan kepada investor ritel.
Pasar kini juga menantikan IPO perusahaan kecerdasan buatan (AI) seperti OpenAI dan Anthropic yang diperkirakan akan melantai di bursa pada akhir tahun ini.




