Pada awal Juni 2026 lalu, Harian Kompas (Kompas.id) berkesempatan berbincang dengan Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney Maya Watono di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Maya Watono mengemukakan sejumlah program dan tantangan yang dihadapi saat ini untuk membangun transformasi Injourney sebagai induk badan usaha milik negara bidang aviasi dan pariwisata.
Di antara sektor-sektor strategis, pariwisata berperan penting memperkuat struktur perekonomian nasional termasuk mendukung perolehan devisa. Selama ini wisatawan nusantara menjadi salah satu penggerak ekonomi domestik.
Sebagai satu langkah untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor pariwisata, saat ini Injourney akan lebih berfokus kepada wisatawan mancanegara.
Direktur Utama Injourney Maya Watono saat wawancara dengan Kompas di Jakarta, Rabu, (3/6/2026). KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Maya menyatakan wisatawan mancanegara memegang peranan penting karena 1 juta wisatawan asing bisa mendatangkan Rp 40 triliun. KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Jika mampu mendatangkan 3 juta wisatawan asing, Indonesia berpotensi mendapatkan Rp 120 triliun dari kedatangan mereka. KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Sepanjang 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai sekitar 15 juta. Injourney menargetkan penambahan sekitar 3 juta wisatawan asing per tahun.
Menurut Maya, pertumbuhan wisatawan mancanegara dari 15 juta menjadi 18 juta semestinya dapat terealisasi dalam rentang waktu 1 hingga 2 tahun.
Terkait bandara, Maya berpandangan bandara di Indonesia mungkin tidak bisa menjadi bandara transit hub seperti halnya Changi di Singapura. KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Namun bandara di Indonesia bisa menjadi hub dan spoke, atau menjadi model jaringan transportasi dimana semua rute terhubung ke satu pusat utama. KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Mengenai ketersediaan armada penerbangan, Maya mengatakan Indonesia membutuhkan 900 armada penerbangan. Namun saat ini jumlah total armada yang bisa terbang sekitar 400-500 unit. KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Maya Watono yang mengemban tugas sebagai Direktur Utama Injourney sejak November 2024 berharap dalam tiga tahun ke depan Injourney dapat tumbuh menjadi ekosistem Aviasi Pariwisata yang lebih kuat. Selain penyehatan keuangan, akan banyak langkah-langkah korporasi yang akan dilakukan.
Contoh terbesar yang sudah dilakukan adakah merger Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II menjadi Angkasa Pura Indonesia. Maya juga menegaskan salah satu pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi adalah menjadikan produk-produk Injourney menjadi level kelas dunia, baru kemudian membangun ekosistemnya.
Penumpang pesawat udara berada di Terminal 1 C Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Penataan ulang yang dilakukan di Terminal 1 C telah memberikan revenue yang signifikan bukan hanya bagi pengelola bandara, namun juga para tenant. KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Suasana di area keberangkatan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. KOMPAS/AGUS SUSANTO
Pesawat maskapai Garuda Indonesia berada di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. KOMPAS/RADITYA HELABUMI





