Demokrasi yang Kian Sempit

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JUMAT (12/6/2026) siang, Bundaran Hotel Indonesia kembali menjadi ruang perjumpaan antara kegelisahan publik dan respons negara.

Ratusan mahasiswa bergerak menuju pusat kota dengan membawa tuntutan yang tidak lahir dari ruang seminar atau diskusi kampus semata.

Mereka membawa keresahan yang belakangan semakin sering terdengar di pasar, warung kopi, ruang keluarga, hingga media sosial.

Harga kebutuhan pokok yang terus naik, lapangan pekerjaan yang semakin sulit, pemborosan anggaran negara, serta arah kebijakan yang dinilai kian menjauh dari kebutuhan riil masyarakat.

Di hadapan mereka telah berdiri ribuan aparat keamanan. Jalan ditutup, pengamanan diperketat, dan ruang demonstrasi kembali diletakkan dalam bingkai ketertiban dan keamanan.

Baca juga: Kelas Menengah di Ambang Jurang: Siapa yang Peduli?

Pemandangan seperti ini berulang kali muncul dalam beberapa tahun terakhir.

Setiap kali kegelisahan publik menemukan jalannya ke ruang terbuka, respons yang paling cepat terlihat sering kali bukan penjelasan kebijakan, melainkan kehadiran aparat.

Situasi tersebut layak dibaca lebih dari sekadar peristiwa demonstrasi. Ia merupakan refleksi dari lanskap sosial-politik yang sedang berubah.

Ada kegelisahan yang mengendap di tengah masyarakat dan belum sepenuhnya memperoleh jawaban yang serius. 

Survei Litbang Kompas pada April 2026 menunjukkan sekitar 56 persen responden menilai kondisi perekonomian nasional berada dalam keadaan buruk.

Kekhawatiran terbesar tertuju pada kenaikan harga bahan makanan, menurunnya pendapatan usaha, dan semakin sulitnya memperoleh pekerjaan.

Data Kementerian Ketenagakerjaan hingga Mei 2026 juga mencatat puluhan ribu pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja.

Data tersebut menguak jurang yang semakin lebar antara narasi besar pertumbuhan ekonomi dan pengalaman sehari-hari warga.

Bagi banyak keluarga, keadaan ekonomi tidak diukur dari angka pertumbuhan atau laporan investasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Keadaan ekonomi dirasakan melalui harga beras di pasar, ongkos transportasi yang meningkat, biaya pendidikan anak, serta kemampuan mempertahankan pekerjaan di tengah ketidakpastian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS-Iran Bakal Teken MoU Perdamaian di Swiss pada 19 Juni
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Pria di Makassar Gorok Leher Istrinya hingga Tewas, Lalu Menyerahkan Diri
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Barang yang Berpotensi Mahal saat Rupiah Melemah
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bukan Cuma Korupsi, Kejagung Buka Peluang Jerat TPPU di Kasus Program MBG
• 1 jam laludisway.id
thumb
Momen Purbaya Cari Moge Harley Davidson Lelangan untuk Ditebus
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.