Momen Purbaya Cari Moge Harley Davidson Lelangan untuk Ditebus

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan guyon terkait minat pribadinya terhadap motor gede (moge) Harley Davidson dari lini barang rampasan negara.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan guyon terkait minat pribadinya terhadap motor gede Harley Davidson. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - Agenda formal penyerahan dana pemulihan aset triliunan rupiah dari Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sempat diwarnai momen humor. 

Di sela-sela pemaparannya mengenai ketegasan tata kelola keuangan negara, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan guyon yang memicu tawa para hadirin terkait minat pribadinya terhadap motor gede (moge) Harley Davidson dari lini barang rampasan negara.

Baca Juga:
Purbaya Target Ekonomi 2027 di 6,5 Persen, Efisiensi Belanja Jadi Kunci

Sambil berinteraksi langsung dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Purbaya berseloroh bahwa dirinya berniat untuk ikut menebus aset jika terdapat unit Harley Davidson yang dilelang. Namun, dia buru-buru menambahkan bahwa keinginan memiliki motor tersebut sebenarnya terganjal oleh restu sang istri.

“Barangnya apa Pak? Enggak ada Harley Davidson ya Pak? Kalau ada Harley Davidson saya mau tebus Pak. Saya enggak punya motor tapi enggak boleh beli sama istri Pak, cuma cita-cita aja itu Pak,” ungkap Menkeu Purbaya yang disambut tawa para undangan yang hadir, Senin (15/6/2026).

Baca Juga:
Jaksa Agung Serahkan Dana Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya

Purbaya tertarik dengan mekanisme lelang barang sitaan negara yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Dia mengaku bahwa dirinya secara pribadi memiliki pengalaman langsung membeli aset tanah melalui jalur lelang resmi pemerintah. Dia pun meminta DJKN agar terus menginformasikan pelaksanaan lelang serupa sepanjang tahun ke depan.

Sambil bercanda, Purbaya bahkan menantang para pejabat negara lainnya untuk tidak ragu ikut serta berburu barang di kanal resmi pemerintah tersebut.

"Saya pernah beli lelang Pak, dapat tanah, lumayan lah. Boleh kan pejabat? Boleh enggak Pak? Boleh ya? Saya pengen dapat yang murah juga. Enggak murah-murah amat kayaknya ya, harganya naik kan ya? Kalau saya lihat itu harga akhirnya, awal pembukanya (open bid) murah, tapi akhirnya tinggi juga. Tapi saya pengen tau Bu. Sama pejabat lain juga suruh beli kalau ada. Mungkin mereka enggak berani beli ya Pak ya? Sudah pada kaya kali ya? Cuma saya aja yang duitnya pas-pasan," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyinggung laporan dari Badan Pemulihan Aset (BPA) mengenai adanya tiga pemenang lelang BPA Fair 2026 yang dinyatakan gugur karena tidak melunasi pembayaran sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Sesuai dengan regulasi, uang jaminan yang telah disetorkan oleh peserta yang wanprestasi tersebut secara otomatis akan dikuasai dan disita oleh negara.

"Tadi saya dengar ada tiga yang enggak dilunasin ya Pak ya? Kalau begitu uangnya dikuasain kita ya Pak ya? Kan dia harus taruh ya? Berapa? 10 persen ya?" tanya Purbaya.

Bendahara Negara ini menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada jajaran Kejaksaan Agung, khususnya BPA, yang secara mengejutkan berhasil menelusuri dan menyita uang tunai puluhan miliar rupiah dari terpidana kasus korupsi legendaris, Edi Tansil.

"Yang saya kaget tadi kasus Edi Tansil yang telah lama menjadi ingatan publik, uangnya masih bisa diperoleh juga ya? Ini saya pikir prestasi yang luar biasa Pak, karena udah puluhan tahun kan dikejar terus. Dikejar terus pasti enggak gampang kan Pak?,” katanya.

Purbaya menegaskan, pencapaian ini merupakan pesan kuat dari pemerintah bahwa negara tidak akan pernah berhenti mengejar para pelaku kejahatan keuangan dan merampas kembali hak-hak rakyat, tidak peduli seberapa lama waktu telah berlalu.

“Jadi ini suatu prestasi yang luar biasa. Kasus Edi Tansil mengingatkan bahwa kerugian negara tidak boleh menjadi masa lalu tanpa penyelesaian. Jadi siapa yang merugikan negara sampai kapanpun akan kita kejar ya Pak ya? Waktu boleh berjalan, tapi hak negara tidak boleh hilang," katanya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kelangkaan Bunga Mawar di Rawa Belong Jakbar Bikin Harga Tembus Rp 150.000 per Ikat
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Presiden UEFA Dikecam 13 Federasi Dunia Imbas Kritik Format Piala Dunia 2026 yang Dianggap Terlalu Gemuk
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Ruben Onsu Sindir Giorgio Antonio yang Bikin Konten di Rumah Sarwendah 
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kronologi ASN Pemkot Surabaya Jadi Korban Jambret hingga Meninggal Dunia, Keluarga Tegas Tak Mau Damai
• 9 menit lalugrid.id
thumb
RI ajak Jerman perluas investasi bidang energi dan kendaraan listrik
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.