Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya menyiagakan 585 personel gabungan untuk mengawal dan mengamankan kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier beserta Ibu Negara di Jakarta, Senin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan pengamanan ketat ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan jaminan keamanan tamu VIP sekaligus bentuk penghormatan tinggi kepada tamu negara.
“Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 585 personel gabungan dari tingkat Polda dan Polres jajaran guna mengamankan rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman. Kami memastikan bahwa seluruh personel telah tergelar di titik-titik rute perlintasan dan lokasi acara agar seluruh agenda diplomasi internasional ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Operasi pengamanan berskala besar yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dibagi menjadi dua unsur perkuatan internal kepolisian. Polda Metro Jaya mengerahkan 490 personel dari Ditlantas, Ditsamapta, dan Ditintelkam, yang kemudian diperkuat oleh penyiagaan 95 personel dari Polres jajaran di wilayah hukum terkait.
"Sebagai bentuk jaminan keselamatan rombongan, Ditlantas Polda Metro Jaya memberlakukan skema pengawalan ketat dan pengaturan lalu lintas sementara di sejumlah ruas jalan protokol," kata Budi.
Rute utama lintas kenegaraan yang akan mendapatkan atensi pengamanan meliputi jajaran jalur arteri strategis, di antaranya Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Garnisun Dalam, Jalan Prof. Dr. Satrio, Jalan Medan Merdeka Utara, hingga Jalan Perwira.
Baca juga: Presiden Jerman akan melawat ke Indonesia pada 15 Juni
Baca juga: Polda Metro siapkan rekayasa lalu lintas kunjungan Presiden Jerman
Budi menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak menerapkan skema penutupan arus lalu lintas secara permanen di sepanjang rute perlintasan tersebut demi memitigasi penyumbatan arus dan menjaga kenyamanan mobilitas warga DKI Jakarta.
“Penutupan jalan tidak dilakukan secara permanen, melainkan hanya akan diberlakukan secara sangat terbatas dan situasional, yakni pada saat rombongan rangkaian tamu kenegaraan melintas di lokasi," katanya.
Setelah rombongan melewati titik tersebut, lanjutnya, personel di lapangan akan langsung membuka kembali arus lalu lintas secara normal guna kenyamanan pengguna jalan lain.
Polda Metro Jaya berkomitmen menyelenggarakan pengamanan VIP secara profesional, adaptif, dan humanis melalui koordinasi taktis bersama unsur Paspampres dan jajaran TNI.
Pihak kepolisian juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan lalu lintas yang mungkin timbul selama rangkaian kunjungan kenegaraan berlangsung.
"Masyarakat yang hendak melintasi jalur-jalur protokol tersebut diimbau untuk berangkat lebih awal serta mematuhi instruksi, arahan, dan rambu-rambu dari petugas kepolisian di lapangan. Warga juga dipersilakan untuk memanfaatkan rute-rute alternatif yang tersedia," ucap Budi.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Republik Indonesia pada 15 Juni dengan membawa agenda besar penguatan kerja sama bilateral, ungkap Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.
“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dengan Indonesia yang siap mengatasi tantangan masa depan bersama,” kata Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Jumat (12/6).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan pengamanan ketat ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan jaminan keamanan tamu VIP sekaligus bentuk penghormatan tinggi kepada tamu negara.
“Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 585 personel gabungan dari tingkat Polda dan Polres jajaran guna mengamankan rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman. Kami memastikan bahwa seluruh personel telah tergelar di titik-titik rute perlintasan dan lokasi acara agar seluruh agenda diplomasi internasional ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Operasi pengamanan berskala besar yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dibagi menjadi dua unsur perkuatan internal kepolisian. Polda Metro Jaya mengerahkan 490 personel dari Ditlantas, Ditsamapta, dan Ditintelkam, yang kemudian diperkuat oleh penyiagaan 95 personel dari Polres jajaran di wilayah hukum terkait.
"Sebagai bentuk jaminan keselamatan rombongan, Ditlantas Polda Metro Jaya memberlakukan skema pengawalan ketat dan pengaturan lalu lintas sementara di sejumlah ruas jalan protokol," kata Budi.
Rute utama lintas kenegaraan yang akan mendapatkan atensi pengamanan meliputi jajaran jalur arteri strategis, di antaranya Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia Afrika, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Garnisun Dalam, Jalan Prof. Dr. Satrio, Jalan Medan Merdeka Utara, hingga Jalan Perwira.
Baca juga: Presiden Jerman akan melawat ke Indonesia pada 15 Juni
Baca juga: Polda Metro siapkan rekayasa lalu lintas kunjungan Presiden Jerman
Budi menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak menerapkan skema penutupan arus lalu lintas secara permanen di sepanjang rute perlintasan tersebut demi memitigasi penyumbatan arus dan menjaga kenyamanan mobilitas warga DKI Jakarta.
“Penutupan jalan tidak dilakukan secara permanen, melainkan hanya akan diberlakukan secara sangat terbatas dan situasional, yakni pada saat rombongan rangkaian tamu kenegaraan melintas di lokasi," katanya.
Setelah rombongan melewati titik tersebut, lanjutnya, personel di lapangan akan langsung membuka kembali arus lalu lintas secara normal guna kenyamanan pengguna jalan lain.
Polda Metro Jaya berkomitmen menyelenggarakan pengamanan VIP secara profesional, adaptif, dan humanis melalui koordinasi taktis bersama unsur Paspampres dan jajaran TNI.
Pihak kepolisian juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan lalu lintas yang mungkin timbul selama rangkaian kunjungan kenegaraan berlangsung.
"Masyarakat yang hendak melintasi jalur-jalur protokol tersebut diimbau untuk berangkat lebih awal serta mematuhi instruksi, arahan, dan rambu-rambu dari petugas kepolisian di lapangan. Warga juga dipersilakan untuk memanfaatkan rute-rute alternatif yang tersedia," ucap Budi.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Republik Indonesia pada 15 Juni dengan membawa agenda besar penguatan kerja sama bilateral, ungkap Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.
“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dengan Indonesia yang siap mengatasi tantangan masa depan bersama,” kata Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Jumat (12/6).





