Tangerang Selatan alias Tangsel memimpin daftar wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Senin (15/6) pagi. Dari pantauan situs IQAir pukul 07.15 WIB, kualitas udara Tangerang Selatan tergolong sangat tidak sehat dengan poin AQI 215.
Dalam kategori tersebut, semua orang rentan mengalami efek kesehatan. Karena itu IQAir menyarankan setiap orang untuk menghindari olahraga di luar ruangan, serta merekomendasikan penggunaan masker polusi di luar ruangan dan hanya keluar rumah jika diperlukan. Sementara kelompok sensitif perlu lebih waspada.
"Kelompok yang sensitif seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang dengan penyakit jantung dari paru harus tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas," demikian dikutip dari laman IQAir pada Senin (15/6).
Berikut daftar lima kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:
- Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 215 atau dalam kategori sangat tidak sehat.
- Jakarta, dengan poin AQI 156 atau dalam kategori tidak sehat.
- Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 152 atau dalam kategori tidak sehat.
- Tangerang, Banten, dengan poin AQI 139 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
- Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 121 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Sementara itu, Kota Pekanbaru di Riau memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini di Indonesia dengan poin AQI 52. Kota Pontianak di Kalimantan Barat menyusul di peringkat kedua dengan poin AQI 60. Namun, kualitas udara keduanya masih tergolong dalam kategori sedang.
Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara paling sehat mencatatkan poin AQI 11, tepatnya di Chiang Mai, Thailand. Berikutnya ada Sydney di Australia dengan poin AQI 14 dan Belgrade di Serbia dengan poin AQI 17. Kualitas udara ketiganya masuk kategori baik.
Kemudian tak hanya juara di level nasional, polusi udara Jakarta juga termasuk yang terburuk di level global. Berikut daftarnya:
- Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 174 atau dalam kategori tidak sehat.
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 169 atau dalam kategori tidak sehat.
- Santiago, Chili, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat.
- Kampala, Uganda, dengan poin AQI 156 atau dalam kategori tidak sehat.
- Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 156 atau dalam kategori tidak sehat.
Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.
Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.




