TABLOIDBINTANG.COM - Ruben Onsu memberikan respons positif terhadap rencana pertemuan dan diskusi yang diajukan oleh pihak mantan istrinya, Sarwendah. Di tengah berbagai persoalan yang belakangan menjadi sorotan publik, presenter dan pengusaha tersebut berharap komunikasi yang baik dapat menjadi jalan menuju penyelesaian masalah yang selama ini berkembang.
Saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (13/6), Ruben mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan kuasa hukumnya, Minola Sebayang, terkait jadwal pertemuan yang direncanakan.
"Saya sudah diskusi sama Bang Minola, dari tanggalnya, tanggalnya Bang Minola bisa, saya gak bisa," ujar Ruben.
Meski belum menemukan waktu yang sesuai karena padatnya agenda yang telah lebih dahulu terjadwal, Ruben tetap menyambut baik niat untuk duduk bersama dan membahas berbagai persoalan yang ada. Menurutnya, komunikasi secara langsung merupakan langkah penting untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
"Alhamdulillah, saya senang adanya bisa berdiskusi. Mudah-mudahan ada titik terangnya," kata Ruben.
Pernyataan tersebut menjadi angin segar di tengah hubungan Ruben dan Sarwendah yang beberapa waktu terakhir terus menjadi perhatian masyarakat. Pasca perceraian mereka, sejumlah isu mencuat ke publik, mulai dari persoalan hak bertemu anak hingga polemik mengenai nafkah yang sempat ramai dibahas di berbagai media dan platform digital.
Sebelumnya, pihak Sarwendah telah membantah tudingan yang menyebut Ruben mengalami pembatasan untuk bertemu dengan anak-anak mereka. Di sisi lain, Ruben menjelaskan bahwa persoalan nafkah yang menjadi perbincangan publik berkaitan dengan kesepakatan pascaperceraian yang menurutnya belum berjalan sesuai harapan.
Perhatian publik juga sempat tertuju pada unggahan penyanyi muda Betrand Peto di media sosial yang menunjukkan dukungannya kepada Ruben Onsu. Unggahan tersebut memicu beragam komentar dari warganet dan memperpanjang diskusi mengenai dinamika hubungan kedua belah pihak.
Meski berbagai spekulasi terus bermunculan, Ruben memilih untuk tidak larut dalam polemik yang berkembang. Ia lebih memprioritaskan upaya membangun komunikasi yang sehat demi menemukan jalan keluar terbaik.




