Akademisi sekaligus pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan penilaian masyarakat bahwa the real president adalah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Hal ini muncul karena akses informasi kepada Presiden Prabowo Subianto dianggap sepenuhnya berada di tangan Teddy.
"Saya ingin sekali Pak Prabowo ini bisa sejenak — lahir — karena sekarang semua orang sudah bilang yang sama kan. Semua akses ke beliau itu ditutup. Jadi the real president itu adalah Teddy," ungkap Connie dalam kanal YouTube Refly Harun, Senin (15/6).
"Orang sudah sampai — bukan saya yang nyimpulin — kalau saya baca sosial media, sudah kayak begitu ya," imbuhnya.
Karena itu, ia menyarankan agar Presiden menonaktifkan sementara peran Teddy dengan memberinya cuti.
"Cobalah si Teddy ini suruh liburan dulu ke mana. Enggak tahu. Atau ditaruh aja dulu di bunker di bawah tanah, suruh berapa lama ya. Pokoknya presiden suruh jadi presiden dulu sendirian. Iya. Nah, coba kita lihat," ucap Guru Besar Saint Petersburg State University (SPbSU) itu.
Ia menegaskan, dirinya yakin Prabowo tidak seburuk yang digambarkan.
"Karena saya yakin presiden itu enggak sebegini parahnya. Apakah dia akan tetap begini — dengan melihat keadaan negara dikorbankan hanya untuk ambisi proyek-proyek yang, mohon maaf ya, buat sebagian besar orang yang diuntungkan?" tandasnya.
Baca Juga: Prabowo Dituduh Ikut Ambil Untung MBG, Bos BGN Bilang Begini
Sebagai informasi, Teddy dianggap sebagai penyaring informasi utama bagi Presiden Prabowo semenjak ia menjabat sebagai Seskab. Ia mengatur jadwal pertemuan sekaligus menyeleksi pejabat atau menteri yang ingin bertemu langsung dengan Prabowo.
Kebijakan penyaringan ini disebut bertujuan melindungi presiden dari beban laporan kementerian. Namun, sejumlah menteri senior dan jenderal mengeluhkan sulitnya berkomunikasi langsung dengan Prabowo karena harus melewati birokrasi ketat di bawah kendali Teddy.





