JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong ibu kota menjadi destinasi olahraga kelas dunia.
Salah satu buktinya terlihat dari penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 pada Sabtu (13/6) dan Minggu (14/6).
Ajang lari tahunan ini sukses menarik 45.500 peserta dari dalam maupun luar negeri.
BACA JUGA:Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Bukti Pembinaan Atlet Muda Kian Menjanjikan
Tren menjadikan event olahraga sebagai pendongkrak pariwisata dan ekonomi juga berkembang di berbagai kota besar dunia.
Boston, Tokyo, London, dan Berlin telah membuktikan maraton mampu menghadirkan dampak ekonomi sekaligus memperkuat citra kota di mata dunia.
Animo masyarakat terhadap JAKIM terus meningkat.
Tahun ini jumlah peserta mencapai 45.500 orang atau naik sekitar 47 persen dibandingkan tahun lalu yang diikuti sekitar 31.000 pelari.
Yang menarik, sebanyak 1.012 pelari asing dari 55 negara ikut ambil bagian.
Kehadiran mereka menjadi sinyal bahwa Jakarta mulai diperhitungkan sebagai salah satu destinasi maraton internasional.
BACA JUGA:Legenda Bulu Tangkis Dunia Turun Gunung di Hundred Hoo Haa Cup 2026
Fakta ini menunjukkan olahraga lari semakin digemari masyarakat sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap kemampuan Jakarta menggelar event berskala internasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai keberhasilan JAKIM didukung kesiapan infrastruktur kota, koordinasi antarlembaga, serta dukungan masyarakat yang mematuhi rekayasa lalu lintas selama perlombaan berlangsung.
Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, mulai dari pengaturan rute, pengamanan, hingga pelayanan bagi peserta.
"Keberhasilan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon 2026 menunjukkan bahwa Jakarta memiliki kapasitas dan dukungan yang kuat untuk menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional," ujar Pramono usai melepas peserta JAKIM 2026 pada hari pertama, Sabtu (13/6).
- 1
- 2
- 3
- 4
- »





