Surabaya, tvOnenews.com - Layanan kesehatan reproduksi di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses program kehamilan yang lebih mudah dijangkau. Menjawab kebutuhan tersebut, Morula IVF Surabaya bersama RS Gatoel Mojokerto menghadirkan layanan bayi tabung di Mojokerto, yang diharapkan dapat memperluas akses layanan fertilitas bagi pasangan di wilayah Mojokerto Raya dan sekitarnya.
Selama ini, banyak pasangan yang menjalani program bayi tabung harus menempuh perjalanan ke kota-kota besar seperti Surabaya atau Jakarta untuk memperoleh layanan fertilitas yang lebih komprehensif. Kondisi tersebut membutuhkan biaya tambahan, serta waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Melihat kebutuhan tersebut, Morula IVF Indonesia bekerja sama dengan RS Gatoel Mojokerto untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses kesehatan reproduksi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Langkah tersebut juga dinilai relevan dengan kondisi demografi Mojokerto. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2010 dan Long Form SP2020, angka Total Fertility Rate (TFR) Kota Mojokerto menurun dari 1,99 menjadi 1,87 dalam kurun waktu satu dekade. Penurunan angka kelahiran tersebut turut memengaruhi struktur populasi, termasuk berkurangnya proporsi anak-anak dalam komposisi penduduk.
Wakil Direktur Pelayanan Medis RS Gatoel Mojokerto, dr. Renny Padma, M.Kes., mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan layanan program kehamilan yang lebih mudah diakses masyarakat Mojokerto.
“Kolaborasi RS Gatoel bersama Morula IVF Surabaya adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan layanan promil terbaik di Mojokerto Raya. Kami siap menyambut para pejuang dua garis dengan dukungan tim ahli dan teknologi terpercaya demi mempercepat terwujudnya impian hadirnya buah hati,” ujarnya.
Selain berdampak pada sektor kesehatan, keberadaan layanan bayi tabung di Mojokerto juga dipandang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Pasangan yang membutuhkan layanan konsultasi maupun pendampingan program fertilitas tidak lagi harus melakukan perjalanan ke kota lain, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi edukasi dan konsultasi bagi pasangan yang tengah merencanakan kehamilan.




