Jakarta, tvOnenews.com - Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum hijrah bangsa menuju Indonesia yang tangguh dan berkeadaban.
Penasehat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Umat Islam (PUI), Achmad Tjachja Nugraha, mengajak umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan peristiwa hijrah Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di era modern.
Ia menegaskan bahwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan sebuah perjalanan peradaban yang sarat dengan nilai pengorbanan, strategi, persatuan, dan optimisme dalam membangun masyarakat yang adil, sejahtera, serta bermartabat.
- Istimewa
“Perjalanan hijrah mengajarkan bahwa perubahan besar tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari keberanian menghadapi tantangan dengan iman, ilmu, dan kerja keras. Nilai inilah yang sangat relevan bagi Indonesia saat ini,” ujar Achmad dalam keterangannya dikutip Senin (15/6/2026).
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, percepatan perkembangan teknologi, persoalan ketahanan pangan dan energi, hingga tantangan menjaga persatuan nasional dan karakter kebangsaan.
Ia menilai, sebagaimana Rasulullah SAW membangun masyarakat Madinah melalui fondasi persatuan, keadilan, dan pemberdayaan ekonomi umat, Indonesia juga membutuhkan semangat serupa untuk memperkuat daya tahan bangsa.
“Indonesia memerlukan hijrah kolektif, yaitu hijrah dari ketergantungan menuju kemandirian, dari budaya konsumtif menuju produktif, dari perpecahan menuju persatuan, dan dari korupsi menuju integritas,” katanya.
Achmad menambahkan, salah satu pelajaran penting dari hijrah adalah pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Rasulullah SAW, menurutnya, tidak hanya membangun infrastruktur sosial di Madinah, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kualitas masyarakatnya.
Karena itu, ia mengajak generasi muda Indonesia untuk menjadi pelaku hijrah di era modern melalui peningkatan pendidikan, inovasi, kewirausahaan, penguasaan teknologi, serta kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
“Tantangan zaman sekarang berbeda dengan masa Rasulullah SAW, tetapi semangatnya sama. Kita harus mampu menjadikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman sebagai kekuatan untuk membangun bangsa,” ungkapnya.




