Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan bisa saja menyesali satu peluang yang pernah lewat begitu saja. Nama Ayyoub Bouaddi kini melesat menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa.
Gelandang muda yang membela Lille itu kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Bouaddi tampil sebagai starter saat Maroko menahan imbang Brasil 1-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2026.
Penampilan tersebut semakin menegaskan perkembangan pesat sang pemain. Di usia yang baru menginjak 18 tahun, Bouaddi sudah dipercaya tampil di level tertinggi.
Menariknya, AC Milan sebenarnya bukan nama asing bagi Bouaddi. Rossoneri pernah memiliki peluang untuk merekrutnya beberapa tahun lalu.
Dilansir dari SempreMilan, saat masih menangani AC Milan pada akhir 2024, Paulo Fonseca disebut meminta manajemen mendatangkan Bouaddi. Namun, rencana itu tidak pernah benar-benar diwujudkan.
Tak lama setelah usulan tersebut muncul, Fonseca meninggalkan San Siro. Pergantian pelatih membuat proses pemantauan Bouaddi ikut terhenti.
Ketertarikan Milan sebenarnya sempat muncul kembali pada musim panas 2025. Nama Bouaddi juga kembali masuk radar Rossoneri pada bursa transfer Januari 2026.
Meski begitu, pendekatan Milan tidak pernah berkembang hingga tahap negosiasi serius. Situasi itu membuat peluang transfer perlahan menguap begitu saja.
Kini kondisinya jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Bouaddi telah menjelma menjadi salah satu aset paling berharga yang dimiliki Lille.
Penampilannya bersama klub dan tim nasional membuat nilai pasarnya terus meningkat. Sejumlah klub besar Eropa mulai memantau perkembangannya dengan serius.
Menurut laporan jurnalis Daniele Longo, Lille diperkirakan mematok harga sangat tinggi. Klub Prancis tersebut disebut hanya akan melepas Bouaddi dengan nilai sekitar 60 hingga 70 juta euro.
Angka tersebut tentu bukan nominal yang mudah dipenuhi Milan. Terlebih, Rossoneri masih memiliki sejumlah prioritas lain pada bursa transfer musim panas ini.
Karena itu, peluang Milan untuk mendatangkan Bouaddi kini dinilai nyaris tertutup. Kereta yang pernah melintas di depan mata Rossoneri tampaknya sudah melaju terlalu jauh dan sulit untuk dikejar kembali.
(sub)




