Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan industri otomotif nasional semakin menarik sepanjang 2026. Di satu sisi, dominasi pabrikan Jepang masih sulit digoyahkan, namun di sisi lain merek-merek asal China mulai mengubah peta persaingan pasar kendaraan roda empat di Indonesia.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan Toyota masih menjadi pemimpin pasar mobil nasional berdasarkan penjualan wholesales (distribusi pabrik ke dealer) selama Januari-Mei 2026. Pabrikan Jepang tersebut membukukan penjualan 111.119 unit, jauh meninggalkan para pesaingnya.
Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan penjualan 59.420 unit. Sementara Suzuki berada di urutan ketiga setelah mencatatkan distribusi 30.262 unit, unggul tipis atas Mitsubishi Motors yang membukukan 28.445 unit.
Honda masih bertahan di posisi kelima dengan penjualan 18.271 unit. Namun jarak dengan BYD semakin tipis. Produsen kendaraan listrik asal China tersebut mencetak wholesales 17.993 unit selama lima bulan pertama tahun ini, menempatkannya di posisi keenam nasional.
Kinerja BYD menjadi salah satu sorotan utama industri otomotif tahun ini. Dalam waktu relatif singkat, perusahaan tersebut mampu memperluas pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia dan mulai menempel pemain-pemain mapan yang selama bertahun-tahun mendominasi pasar domestik.
Tidak hanya BYD, merek China lainnya juga mulai menunjukkan taring. Jaecoo berhasil menempati posisi ketujuh dengan penjualan 14.284 unit secara kumulatif Januari-Mei 2026. Bahkan pada periode Mei 2026 saja, Jaecoo mampu menembus lima besar penjualan wholesales nasional dengan capaian 3.000 unit, melampaui Honda yang hanya mencatatkan 2.378 unit.
Secara industri, pasar otomotif Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang cukup solid. Sepanjang Mei 2026, penjualan wholesales mencapai 69.219 unit atau tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 60.697 unit. Penjualan ritel juga bertumbuh 16,8% menjadi 71.890 unit dari sebelumnya 61.546 unit.
Meski demikian, secara bulanan pasar mengalami koreksi. Wholesales Mei turun dari 80.779 unit pada April menjadi 69.219 unit pada Mei 2026. Penjualan ritel juga terkoreksi dari 75.736 unit menjadi 71.890 unit di bulan lalu.
Secara kumulatif, penjualan wholesales nasional selama Januari-Mei 2026 mencapai 359.015 unit atau tumbuh 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara penjualan ritel mencapai 359.490 unit, meningkat 8,8% secara tahunan.
Data tersebut menunjukkan pasar otomotif Indonesia masih berada dalam jalur pertumbuhan. Namun, dinamika baru mulai terlihat dengan semakin kuatnya penetrasi merek-merek China, khususnya di segmen kendaraan elektrifikasi dan sport utility vehicle (SUV).
Dominasi Toyota dan grup Astra memang masih sangat kuat. Namun laju ekspansi BYD, Jaecoo, hingga Geely memberi sinyal bahwa persaingan industri otomotif nasional lebih kompetitif dibanding beberapa tahun sebelumnya.
10 Merek Mobil Terlaris Indonesia Mei 2026 (Wholesales)
1 Toyota 24.846 unit
2 Daihatsu 11.140 unit
3 Suzuki 6.108 unit
4 Mitsubishi Motors 4.166 unit
5 Jaecoo 3.000 unit
6 Isuzu 2.570 unit
7 Honda 2.378 unit
8 Mitsubishi Fuso 2.371 unit
9 Hino 2.056 unit
10 Geely 1.710 unit
10 Merek Mobil Terlaris Januari-Mei 2026 (Wholesales):
1 Toyota 111.119 unit
2 Daihatsu 59.420 unit
3 Suzuki 30.262 unit
4 Mitsubishi Motors 28.445 unit
5 Honda 18.271 unit
6 BYD 17.993 unit
7 Jaecoo 14.284 unit
8 Mitsubishi Fuso 13.459 unit
9 Isuzu 10.820 unit
10 Hino 8.341 unit.
(dce) Add as a preferred
source on Google




