Iran-AS Sepakat Damai, Trump: Selat Hormuz Dibuka

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar  – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Truth Social miliknya pada Ahad (14/6).

Hal  menandai langkah baru dalam hubungan kedua negara yang selama ini diwarnai ketegangan.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut seluruh pihak yang terlibat telah mencapai titi temu setelah proses yang berlangsung intensif.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump.

Seiring tercapainya kesepakatan tersebut, Trump menyatakan telah memberikan izin untuk kembali membuka Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. Ia juga mengumumkan pencabutan blokade yang sebelumnya dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.

"Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tambahnya.

Trump turut memberi sinyal bahwa aktivitas pelayaran internasional dan distribusi energi melalui kawasan tersebut akan kembali berjalan normal.

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" tulisnya.

Meski demikian, Presiden AS itu belum mengungkapkan rincian mengenai isi kesepakatan maupun mekanisme pelaksanaan kebijakan yang diumumkannya. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait poin-poin utama yang menjadi dasar kesepakatan antara Washington dan Teheran.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin dini hari turut mengonfirmasi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform media sosial X.

"Setelah pembicaraan yang intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai," kata Sharif.

Menurut Sharif, kedua negara juga telah menyepakati penghentian seluruh operasi militer secara permanen.

"kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon," ujarnya.

Ia menambahkan, proses formalisasi kesepakatan akan dilakukan dalam sebuah upacara penandatanganan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni mendatang di Swiss.

Apabila terealisasi, kesepakatan tersebut berpotensi menjadi salah satu perkembangan diplomatik paling signifikan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena menyangkut stabilitas jalur energi global dan keamanan regional.

Sumber: Anadolu/ Antara


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Usul Anggaran Kemenkeu Tahun 2027 Rp49,80 Triliun
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Jerman dan Swedia Pesta Gol, Belanda Ditahan Jepang pada Rangkaian Piala Dunia 2026
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Istri Jadi TKW, Ayah di Karawang Malah Perkosa Anak Kandung Usia 3 Tahun
• 43 menit lalukumparan.com
thumb
Profil Wonderkid Maroko Ayyoub Bouaddi: Rela Membelot dari Timnas Prancis, Bikin Frustasi Brasil
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Pelatih Tunisia sebut kekalahan lawan Swedia sangat menyakitkan
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.