JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen sipil akan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Aksi ini digelar untuk menyuarakan 20 tuntutan yang mereka rangkum dalam “11+9 tuntutan” kepada pemerintah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Muhammad Rizaldy, mengatakan massa akan berkumpul terlebih dahulu di satu titik sebelum melakukan long march menuju Bundaran HI sekitar pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Lagi, Polisi Larang Massa Demo di Bundaran HI Hari Ini
“Hari ini kawan-kawan yang tergabung dari berbagai organisasi dan aliansi akan menggelar aksi, kami berkumpul di satu titik kumpul, lalu akan long march menuju Bundaran HI,” kata Rizaldy, Senin.
Aksi gabungan lintas organisasiAksi ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa lintas kampus dan wilayah yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (PERISAI).
Di antaranya FMN, GMNI Jakarta Selatan, KABMU UNAS, KBM UT Jakarta, Sentral Perjuangan Pemuda, serta aliansi Cipayung Plus Jakbar dan GMNI dari sejumlah wilayah lain.
Massa aksi akan bergerak dari sisi selatan Bundaran HI atau kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Baca juga: Polisi: Pengamanan Demo Mahasiswa Hari Ini Dipastikan Tanpa Senjata Api
Isi tuntutan 11+9Dalam aksi ini, massa membawa total 20 tuntutan yang terdiri dari 11 tuntutan mendesak dan 9 tuntutan umum.
Beberapa poin utama dalam 11 tuntutan mendesak meliputi:
- Penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok
- Perbaikan nilai tukar rupiah
- Hentikan program MBG dan koperasi desa/kelurahan merah putih yang sarat KKN.
- Penolakan gelombang PHK
- Pencabutan UU Polri
- Penolakan pembangunan batalion teritorial TNI
- Perbaiki defisit APBN dan hentikan pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan.
- Naikkan upah untuk kesejahteraan guru honorer secara layak.
- Tolak sekolah rakyat, alokasikan dana pendidikan sesuai amanat konstitusi
- Transparansi BPI Danantara
- Evaluasi dan pencopotan sejumlah menteri terkait stabilitas ekonomi
Baca juga: BEM UI Tak Ikut Demo Mahasiswa di Jakarta Hari ini, Apa Alasannya?
Sementara 9 tuntutan umum mencakup:
- Penolakan penggusuran dan perampasan tanah
- Penolakan proyek strategis nasional (PSN) yang dianggap merampas ruang hidup
- Mendukung penuh rakyat Papua dalam menentukan hak atas tanah dan nasibnya sendiri.
- Hentikan percepatan PTN-BH, kenaikan biaya pendidikan, dan jamin pendidikan yang ilmiah serta demokratis.
- Naikkan upah buruh berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL).
- Penolakan militerisasi dan kekerasan terhadap aktivis
- Penolakan kenaikan biaya pendidikan dan PTN-BH
- Desakan reformasi agraria dan penguatan industri nasional
- Pengamanan dan rekayasa lalu lintas.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menyebut ada empat aksi yang digelar di sejumlah titik berbeda di Jakarta, termasuk Bundaran HI, Gedung DPR RI, dan Monas.
Sebanyak 5.955 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi.
Baca juga: Situasi Bundaran HI Jelang Demo Mahasiswa, Dijaga Ketat Polisi
“Kami mengimbau masyarakat menghindari kawasan sekitar unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas,” kata Erlyn.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, sementara sejumlah ruas jalan seperti MH Thamrin, kawasan Monas, hingga sekitar DPR RI berpotensi mengalami kepadatan selama aksi berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




