Warga Kupang Sulit Dapatkan Pertalite, Warga Curiga Dicurangi

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Warga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi jenis Pertalite. Kondisi ini memaksa warga membeli BBM non-subsidi jenis Pertamax yang belum lama ini harganya naik. Hal ini membuat warga merasa dicurangi oleh kebijakan pemerintah.

Dari pantauan Kompas sepanjang Minggu (14/6/2026) kemarin hingga Senin (15/6/2026) ini, berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sempat menghentikan penjualan BBM jenis Pertalite. Alasannya, Pertalite habis. Sejumlah SPBU yang kehabisan Pertalite itu, antara lain, di kawasan Naikoten, Oepura, Oebufu, Oepura, dan Oesapa.

Beberapa SPBU tersebut berada di jantung kota dengan pengunjung terbanyak. SPBU-SPBU itu selama ini selalu ramai, dan kini mendadak sepi lantaran Pertalite tidak tersedia.

"Pertalite habis. Kalau mau, isi Pertamax saja," kata petugas di semua SPBU yang didatangi.

Baca JugaStok Pertalite di Kupang Sering Habis, Pertamina Jamin Pasokan

Pertalite adalah BBM bersubsidi dengan harga Rp 10.000 per liter. Adapun harga Pertamax sebagai BBM non-subsidi lebih tinggi. Pada pekan lalu, pemerintah menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.

Warga yang kehabisan Pertalite dan terpaksa membeli Pertamax pun merasa dirugikan karena pilihan BBM yang semakin terbatas dan sesuai dengan kemampuan mereka. Sejumlah warga pun menuding pemerintah sengaja mengurangi stok atau kuota Pertalite agar warga beralih membeli BBM nonsubsidi.

"Harga Pertalite memang tidak naik, tapi stoknya dikurangi. Ini namanya pemerintah sengaja mencurangi rakyatnya. Rakyat sudah lebih dulu ditipu dan dibohongi bahwa Pertalite tidak naik. Dalam praktiknya, Pertalite semakin sulit didapat," kata Ronald (30), pengemudi taksi daring, Senin.

Dalam beberapa hari terakhir, Ronald juga mendapati banyak SPBU tidak melayani penjualan Pertalite. Alasan petugas, stok Pertalite habis. Ia terpaksa membeli Pertamax dengan harga Rp 16.250 per liter.

Ia terpaksa harus membeli Pertamax karena tidak ada lagi pilihan. Setiap hari, Ronald membutuhkan hingga 20 liter Pertalite dengan harga Rp 200.000. Kini dengan jumlah uang tersebut, ia hanya mendapatkan sekitar 12 liter Pertamax. Pilihan sulit ini harus diambil agar ia bisa tetap mengoperasikan kendaraannya.

"Kalau tidak beli Pertamax, berarti tidak taksi. Lalu, anak istri mau makan apa? Hidup semakin susah," ujar ayah dua anak itu.

Sebelumnya, sehari dia meraup penghasilan bersih hingga Rp 250.000, kini penghasilan bersih paling banyak Rp 100.000 dan cenderung turun.

Lantaran mahalnya harga Pertamax, banyak pengendara memilih meninggalkan SPBU di Kota Kupang. Mereka tidak sanggup membeli Pertamax. Mereka kecewa dan menuduh pemerintah sengaja mengurangi kuota Pertalite sehingga memaksa pengguna Pertalite beralih membeli Pertamax.

Mereka lalu bergerak mencari Pertalite yang dijual eceran di pinggir jalan. Satu liter dijual dengan harga Rp 12.000. Harga di tingkat pengecer juga berpotensi naik karena ketersediaan berkurang. Para pengecer biasanya mengambil dari SPBU.

Kehabisan stok

Sementara itu, Ahad Rahedi, Area Manager, Relations, and CSR PT Pertamina Patra Niaga wilayah Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara melalui keterangan tertulis mengatakan, stok Pertalite di Kupang aman dan mencukupi. Terkait SPBU yang kehabisan stok, terminal BBM sudah mengirimkan BBM ke seluruh SPBU Kota Kupang.

Ia menjamin pasokan Pertalite dalam kondisi tersedia. Masyarakat diimbau tetap membeli sesuai kebutuhan dan tidak panik membeli (panic buying). Adapun rata-rata konsumsi harian di NTT saat ini sekitar 892.000 liter per hari.

"Ketahanan stok Pertalite per hari ini yaitu selama 10 hari ke depan. Dengan catatan, stok bersifat dinamis. Berkala ada suplai dari kapal dan kilang serta terminal BBM beroperasi setiap hari," kata Ahad.

Serial Artikel

Stok Pertalite di Kupang Sering Habis, Pertamina Jamin Pasokan

SPBU di Kupang kerap kehabisan Pertalite. Sejumlah pengendara kecewa dan dan tak sanggup kalau harus beralih ke Pertamax karena harganya mahal.

Baca Artikel


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
David Beckham Ungkap Rahasia Pernikahan Langgeng dengan Victoria Beckham
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Said Abdullah Beberkan Pengembangan Digital Istana Gebang, Pikat Muda-mudi
• 7 jam laludetik.com
thumb
Selesai Renovasi, Apa Saja yang Baru di Istana Gebang?
• 7 jam laludetik.com
thumb
AS dan Iran Damai, Harga Emas Melejit, Harga Minyak Menukik
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Teguk (TGUK) Ungkap Rencana Rights Issue, Dana untuk Akuisisi Perusahaan Daging
• 41 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.