PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) tengah menyiapkan aksi korporasi berupa rights issue untuk akuisisi perusahaan daging.
IDXChannel - PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) tengah menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue. Dana penerbitan saham baru itu akan digunakan untuk akuisisi perusahaan pengolahan daging.
Manajemen TGUK menyatakan, rencana rights issue tersebut merupakan salah satu bagian dari strategi perseroan untuk terus memperkuat struktur permodalan dan pengembangan usaha.
"Dana rights issue direncanakan akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan, termasuk rencana kerja sama strategis dengan Bakso Sumber Seleras serta rencana akuisisi PT Sumber Prima Anugrah Abadi," kata manajemen TGUK dikutip dari Laporan Public Expose, Senin (15/6/2026).
Meski begitu, pelaksanaan rights issue bergantung pada berbagai persyaratan, termasuk menyelesaikan persoalan suspensi perdagangan saham. Diharapkan, proses rights issue dapat dilaksanakan pada akhir 2026 dengan tetap mengacu pada kondisi pasar dan restu regulator.
Sebagai informasi, saham TGUK disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) selama lebih dari satu tahun. Suspensi tersebut dilakukan menyusul kabar masuknya investor baru sebagai pengendali TGUK di tengah simpang siurnya realisasi penggunaan dana IPO.
Persoalan ini membuat transisi pengendalian saham terhambat. Meski begitu, jajaran manajemen dan komisaris perseroan sudah diisi oleh perwakilan dari investor baru, yakni Agus Suhada sebagai Direktur Utama dan Antonius Bobby Siswanto sebagai Komisaris Utama.
Tak hanya itu, model bisnis TGUK juga sudah berubah di tengah outlet minuman Teguk yang tersisa 20 gerai. Pada kuartal I-2026, pendapatan perseroan menembus Rp200 miliar setelah berbisnis daging.
Manajemen TGUK menyebut, kinerja perseroan sejak IPO terus tertekan dan merugi pada 2024 dan 2025. Oleh karena itu, fokus utama perseroan saat ini adalah bagaimana memperkuat struktur keuangan, meningkatkan kinerja operasional, serta mendiversifikasi sumber pendapatan baru.
Perseroan menyebut, segmen daging sapi mulai memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan. Meski memiliki margin lebih tipis dibandingkan F&B, karakter bisnisnya yang memiliki volume pasar dan permintaan yang stabil dan besar, berpotensi menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan dan mendukung perbaikan profitabilitas ke depan.
Selain itu, perseroan juga mulai mengembangkan konsep bisnis baru melalui pembukaan Toko Daging Platinum yang rencananya dibuka tiga gerai untuk tahap awal.
Konsep Toko Daging Platinum dirancang sebagai gerai untuk menyediakan kebutuhan protein masyarakat dengan harga yang terjangkau. Produk yang ditawarkan mulai dari daging beku, bakso, dimsum, serta produk-produk unggulan Teguk.
(Rahmat Fiansyah)





