CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Buah dikenal sebagai sumber vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting bagi tubuh. Namun, tidak semua buah aman dikonsumsi dalam kondisi tertentu.
Sejumlah lembaga kesehatan internasional mengingatkan bahwa beberapa jenis buah dapat menimbulkan efek samping serius bagi orang dengan penyakit tertentu, alergi, atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
1. Belimbing Berbahaya untuk Penderita Penyakit Ginjal
Belimbing (starfruit) sering menjadi pilihan karena rasanya yang segar dan kandungan vitamin C yang tinggi. Namun, buah ini menyimpan risiko bagi penderita gangguan ginjal.
Menurut National Kidney Foundation, belimbing mengandung senyawa neurotoksin dan kadar oksalat yang tinggi. Pada orang dengan fungsi ginjal yang menurun, racun tersebut tidak dapat dikeluarkan secara optimal sehingga dapat menumpuk dalam tubuh.
Akibatnya, penderita penyakit ginjal berisiko mengalami gangguan saraf seperti kebingungan, kejang, hingga kematian dalam kasus yang berat.
2. Jeruk Bali (Grapefruit) Dapat Berinteraksi dengan Obat
Grapefruit atau jeruk bali sering dipuji karena kandungan antioksidannya. Namun, Mayo Clinic memperingatkan bahwa buah ini dapat mengganggu proses metabolisme berbagai jenis obat di dalam tubuh.
Senyawa tertentu dalam grapefruit dapat meningkatkan atau menurunkan kadar obat dalam darah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan efek samping serius, terutama pada obat kolesterol, tekanan darah, gangguan jantung, hingga obat anti-kecemasan.
Karena itu, pasien yang rutin mengonsumsi obat resep disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi grapefruit secara rutin.
3. Nangka Bebahaya bagi Sebagian Penderita Penyakit Ginjal
Nangka merupakan buah tropis yang kaya serat dan kalium. Namun menurut Cleveland Clinic, kandungan kalium yang tinggi dapat menjadi masalah bagi penderita penyakit ginjal kronis.
Terlalu banyak kalium dalam darah dapat memicu kondisi hiperkalemia yang berisiko menyebabkan kelemahan otot, gangguan irama jantung, bahkan serangan jantung.
Selain itu, orang yang memiliki alergi terhadap lateks atau serbuk sari birch juga berpotensi mengalami reaksi silang saat mengonsumsi nangka.
4. Pepaya Dapat Memicu Reaksi pada Kelompok Tertentu
Pepaya dikenal baik untuk pencernaan. Namun, Cleveland Clinic menyebut buah ini tidak selalu aman bagi semua orang.
Pepaya mentah mengandung getah lateks alami yang dapat memicu reaksi alergi pada individu yang sensitif terhadap lateks. Selain itu, enzim papain dalam pepaya dilaporkan dapat memperburuk gangguan pernapasan pada sebagian penderita asma.
Pepaya juga berpotensi berinteraksi dengan obat pengencer darah sehingga meningkatkan risiko perdarahan dan memar.
5. Buah Kering Mengandung Gula Sangat Tinggi
Banyak orang menganggap buah kering sebagai camilan sehat. Padahal, menurut Healthline, proses pengeringan membuat kandungan gula dan kalori menjadi jauh lebih terkonsentrasi dibandingkan buah segarnya.
Kurma, kismis, dan berbagai jenis buah kering lainnya dapat meningkatkan asupan gula harian secara signifikan apabila dikonsumsi berlebihan. Kondisi ini perlu diperhatikan terutama oleh penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol berat badan.
Meski tetap memiliki nutrisi, konsumsi buah kering sebaiknya dibatasi dalam porsi yang wajar.
Buah tetap merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Namun, manfaatnya bisa berubah menjadi risiko apabila dikonsumsi oleh orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau dalam jumlah berlebihan.




