JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membutuhkan efek Joko Widodo (Jokowi) untuk bertahan di perpolitikan Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya dalam menanggapi Jokowi yang disebut akan segera ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.
"Ini peristiwa besar bagi PSI ketika seorang Presiden ke-7 ingin masuk ke partai mereka. Mengingat Jokowi efek itu dibutuhkan untuk membuat PSI lebih survive dalam belantika politik tanah air," ujar Agung saat dihubungi Kompas.com, dikutip Senin (15/6/2026).
Baca juga: Pengamat: Menjadikan NTT Sebagai Kandang Gajah Dinilai Realistis bagi Jokowi
Kepastian bergabungnya Jokowi juga penting bagi PSI, mengingat tahapan pemilihan umum (Pemilu) 2029 akan dimulai pada April 2027.
"Yang penting juga adalah soal bagaimana PSI mampu memenuhi deadline Pak Jokowi ketika akhir 2026 nanti kepengurusan sudah terbentuk sampai tingkatan di grassroots ya, apakah level kelurahan atau desa ataupun sampai RT/RW," ujar Agung.
Di sisi lain, ia menilai para relawan Jokowi memerlukan kejelasan posisi Presiden ke-7 Republik Indonesia itu di PSI.
Kejelasan tersebut diperlukan, untuk melihat apakah PSI dapat menjadi partai yang memahami standar politik Jokowi.
Baca juga: Safari Politik Jokowi dan Ambisi Carikan Kandang Gajah PSI
"Para pendukungnya, relawan-relawan Jokowi yang militan itu juga butuh kejelasan, supaya apa? Supaya PSI memang partai yang tepat yang bisa mengayomi dan memahami kebutuhan politik Pak Jokowi," ujar Agung.
"Sehingga ke depan apa pun yang diambil sikapnya oleh PSI, memang sesuai dengan standar kerja yang dipahami Pak Jokowi ketika berpolitik," sambungnya.
KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Logo Partai Solidaritas Indonesia merubah logo menjalang Kongres 2025 di Kota Solo, pada Senin (14/7/2025).
Jokowi Siap Menangkan PSI
Sebelumnya, Jokowi menyatakan kesiapan dan kesanggupannya turun ke masyarakat hingga tingkat kecamatan demi memenangkan PSI.
Hal itu dilakukan Jokowi untuk membangun serta memperkuat jaringan dan struktur PSI hingga lapisan bawah masyarakat.
"Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai tingkat kecamatan saya masih sanggup," tegas Jokowi dalam Rakernas PSI di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Sabtu (31/1/2026).
"Kita (Indonesia) inikan punya 38 Provinsi, 514 Kabupaten/Kota, dan kira kira 7.000 kecamatan, saya masih sanggup," tambah dia.
Baca juga: Bakal Keliling 38 Provinsi, Jokowi Diminta Serukan Ini ke Rakyat: Saya Sekarang PSI
Ia menekankan kekuatan partai politik terletak pada struktur yang kuat, hidup, dan bekerja nyata di tengah masyarakat.