Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menyatakan optimismenya terhadap penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Menurutnya, kesepakatan tersebut akan membuka peluang besar bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa.
Hal itu disampaikan Steinmeier saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Presiden Jerman itu menegaskan bahwa Berlin dan Jakarta memiliki kepentingan yang sama untuk menciptakan kerangka kerja ekonomi dan perdagangan yang lebih kuat serta saling menguntungkan.
"Indonesia dan Jerman juga ada keinginan bersama untuk mengadakan kerangka yang baik untuk perdagangan dan ekonomi. Kami harap perjanjian Indonesia-Eropa CEPA itu yang perundingan terselesaikan sesudah waktu yang lama akhirnya juga ditandatangani," kata Steinmeier.
Ia menjelaskan bahwa implementasi perjanjian tersebut berpotensi menghapus sebagian besar hambatan tarif perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa sehingga mampu meningkatkan arus perdagangan kedua belah pihak.
Baca Juga
- Prabowo dan Steinmeier Dorong Percepatan IEU-CEPA dan CITA
- Prabowo Ajak Jerman Masuk Rantai Pasok Mineral Kritis RI
- Prabowo Dorong Kerja Sama Ketenagakerjaan dengan Jerman Diperkuat
"Dan dengan itu sampai 90 persen dari bea cukai ditiadakan. Dan kami juga di Jerman merasa tetap bertanggung jawab untuk segera meratifikasikan perjanjian ini," ujarnya.
Menurut Steinmeier, manfaat IEU-CEPA tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga akan membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperluas kegiatan bisnis dan investasi lintas negara.
"Dan perjanjian ini mengandung potensi yang sangat besar dan dengan itu dimungkinkan investasi baru dan juga memberi peluang bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jerman untuk mereka dibuka jalan untuk mengadakan investasi di Indonesia," katanya.
Ia menilai kesepakatan perdagangan tersebut akan menjadi fondasi bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha Indonesia dan Jerman, khususnya dalam pengembangan inovasi dan penelitian.
"Dan juga pertumbuhan ekonomi yang meningkat, dan kerja sama yang lebih erat antara perusahaan Jerman dan Indonesia di bidang inovasi dan riset," lanjut Steinmeier.
Presiden Jerman menegaskan bahwa penguatan hubungan ekonomi tersebut akan memberikan keuntungan bagi kedua negara. Menurutnya, Indonesia dan Jerman memiliki peluang besar untuk memperluas kemitraan yang selama ini telah terjalin dengan baik.
"Dan Bapak Presiden yang mulia, saya rasa itu menguntungkan bagi kedua belah pihak bagi kedua negara kita," ujarnya.
Steinmeier juga menyoroti keberadaan sejumlah perusahaan Jerman yang telah lama beroperasi di Indonesia. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut, menurut dia, menjadi bukti bahwa Indonesia semakin dipandang sebagai tujuan investasi yang menjanjikan, bukan sekadar pasar bagi produk luar negeri.
"Dan sudah sejak lama ada beberapa perusahaan Jerman yang hadir di pasaran dan di negara Indonesia: Siemens, Daimler, Infineon, dan sebagainya. Dan itu menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya merupakan pasar yang makin memiliki daya tarik, melainkan juga menjadi lokasi untuk investasi," kata Steinmeier.
Ia menambahkan tingginya minat dunia usaha Jerman terhadap Indonesia juga terlihat dari komposisi delegasi yang turut mendampinginya dalam kunjungan kenegaraan kali ini. Sejumlah pimpinan perusahaan besar dari berbagai sektor industri dan manufaktur ikut hadir untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas.
"Hal itu juga tercermin dalam delegasi yang mendampingi saya dari perusahaan yang sangat besar dan penting dari berbagai bidang ekonomi dan produksi," ujarnya.





